Pertamina dan BGN Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Pertamina dan BGN Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

PT Pertamina Persero bersama Badan Gizi Nasional resmi menandatangani nota kesepahaman pengembangan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan di Jakarta, Kamis, 8 Mei 2026.-Humas Pertamina-

HARIAN DISWAY - PT Pertamina Persero bersama Badan Gizi Nasional resmi menandatangani nota kesepahaman pengembangan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan di Jakarta, Kamis, 8 Mei 2026.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem energi berkelanjutan berbasis limbah domestik melalui pemanfaatan minyak jelantah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Minyak jelantah yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi Sustainable Aviation Fuel atau SAF sebagai bahan bakar pesawat rendah karbon. Kolaborasi ini sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia dan pengembangan ekonomi sirkular nasional.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi salah satu program makan bergizi terbesar di dunia dengan cakupan sekitar 61,99 juta penerima manfaat.

BACA JUGA:Pertamina Jajaki Kerja Sama Strategis dengan SLB untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

BACA JUGA:Pertamina dan Apache Bahas Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Migas Kompleks

“Program ini bukan hanya soal makan bergizi gratis, tetapi merupakan investasi besar untuk masa depan bangsa, membangun generasi unggul, memperkuat ekonomi rakyat, dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan sinergi antara Pertamina dan Badan Gizi Nasional merupakan pertemuan dua mandat strategis bangsa, yakni pangan dan energi.

“Sebagaimana tertuang dalam Misi ke-2 Asta Cita, kita didorong untuk membangun kemandirian di sektor pangan dan energi secara simultan,” kata Simon saat penandatanganan kerja sama di Grha Pertamina Jakarta.

Menurut Simon, minyak jelantah yang sebelumnya dianggap limbah dan sumber pencemaran lingkungan kini dapat diubah menjadi sumber daya bernilai ekonomi dan energi berkelanjutan.


Pertamina dan Badan Gizi Nasional bekerja sama dalam pengembangan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat rendah karbon.-Humas Pertamina-

Ia menjelaskan bahwa dari puluhan ribu SPPG di seluruh Indonesia akan terbentuk ekosistem pengumpulan Used Cooking Oil atau UCO yang menjadi bahan baku energi rendah karbon.

“Inilah esensi dari circular economy dan di sinilah peran Pertamina menjadi penting,” tambahnya.

Program pengumpulan minyak jelantah akan dijalankan Pertamina Patra Niaga melalui mesin pengumpulan UCollect. Minyak jelantah tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi SAF, Hydrotreated Vegetable Oil atau HVO, serta biogasoline.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: