Tok! Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib di SD, 5.777 Guru Mulai Dilatih
Pemerintah mulai siapkan bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027/2028 lewat pelatihan guru sebanyak 5.777 untuk tingkatkan kualitas pendidikan dasar.--bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Sebagai persiapan penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar pada tahun ajaran 2027/2028, pemerintah mulai menyusun berbagai langkah strategis.
Langkah awal tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Pengembangan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Peningkatan kualitas pendidikan dasar turut menjadi fokus pemerintah lewat program ini, termasuk mendorong kemampuan berbahasa Inggris siswa sejak usia dini agar lebih siap menghadapi perkembangan global.
BACA JUGA:Ruh Tut Wuri Handayani Ki Hadjar Dewantara: Masihkah Pendidikan di Indonesia Memanusikan Manusia?
BACA JUGA:DPR RI Janji Muliakan Profesi Guru dalam Revisi UU Sisdiknas: Setara Profesi Dokter
Menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada kesiapan tenaga pengajar di sekolah dasar.
Kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih berada pada tingkat rendah berdasarkan hasil Education First English Proficiency Index 2024, termasuk kompetensi para pendidik di jenjang SD.
Sekitar 90 ribu dari total 150 ribu sekolah dasar di Indonesia diketahui belum mempunyai guru dengan latar pendidikan bahasa Inggris, atau setara lebih dari 60 persen jumlah sekolah yang ada.
BACA JUGA:Sudahkah Guru Sejahtera? Refleksi Hardiknas 2026
Di sisi lain, sekitar 60 ribu sekolah memang telah memiliki tenaga pendidik terkait, namun belum seluruhnya didukung guru kelas yang siap terjun langsung mengajar di dalam kelas.
"PKGSD-MBI dirancang dengan metode pelatihan bertahap, praktis, dan mudah diterapkan di kelas," kata Nunuk dikutip dari Disway.id pada Sabtu 9 Mei 2026.
Sebanyak 5.777 guru yang berasal dari 34 provinsi serta 177 kabupaten dan kota, menurut Nunuk Suryani, telah mengikuti tahap awal program tersebut.
BACA JUGA:Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Beberkan Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: disway.id