Jadi Murid Kelas 5 SD Lagi, Pegiat Parenting dan Literasi Belajar Rantai Makanan di SMM Gubeng

Jadi Murid Kelas 5 SD Lagi, Pegiat Parenting dan Literasi Belajar Rantai Makanan  di SMM Gubeng

Foto bersama panitia dan peserta gathering back to school era-Rosyidah Ariyati -Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Kembali ke bangku Sekolah Dasar (SD) membangkitkan memori para pegiat parenting dan literasi ini. Sabtu, 9 Mei 2026, mereka "terpaksa" menjadi siswa kelas 5 SD lagi dalam KOL & Community Gathering: Reimagined – The Back to School Era di Sekolah Murid Merdeka (SMM) Gubeng. 

Menariknya, sebagian peserta sudah berusia lanjut. Maka, mengingat masa-masa SD cukup menantang. Acara dimulai pukul 10.10 WIB dan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB.

Sesi refleksi masa kecil dipandu Ranggi Kanya, head of academic SMM. Sebagai pemantik memori, dia meminta masing-masing peserta memperkenalkan diri sekaligus menyebut mata pelajaran favoritnya saat kecil.

"Coba diingat-ingat lagi. Apa yang paling berkesan waktu kelas 5 SD?" tanya Anggi kepada peserta. 

BACA JUGA: Komunitas Inspiratif Lansia Surabaya: Pasmanbaya Music Club (2-habis): Makin Tua, Makin Nge-band

BACA JUGA: Komunitas Inspiratif Lansia Surabaya: Golden String Ukulele (1): Pilih Tampil di Akhir Acara


PESERTA menempelkan gambar makanan atau minuman yang ingin mereka beli saat mempelajari rantai ekonomi.-Rosyidah Ariyati -Harian Disway

Salah satu peserta, Cindy Faradhila, mengaku lebih banyak ingat pada masa-masa bermain waktu SD. Layaknya anak kecil, dia memang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain-main.

Sedangkan, soal pelajaran, yang dia ingat adalah masa-masa SD itu metode pembelajaran dari guru masih terlalu kaku. "Dulu banyak hafalan dan dikte. Jadi kurang menyenangkan," ujarnya.

Peserta lain, Moch. Rifaldi, juga punya pengalaman serupa. Ia paling ingat tugas pendidikan jasmani dan kesehatan, yakni merancang dance.

"Sekarang, pembelajarannya bisa dibuat lebih fun. Kalau dulu kan semuanya serius," katanya kepada Harian Disway di sela kegiatan. 

BACA JUGA: Menguak Jejak Gombloh di Bangunrejo, 3 Komunitas Bersinergi Rancang Event Gombloh Bukan Hanya di Radio

BACA JUGA: Komunitas Minggumotret Photography Hunting Foto di Sela Surabaya Tourism Awards (STA) 2026

Setelah sesi refleksi, peserta diajak masuk ke kelas layaknya murid SD. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok di ruang kelas Cut Nyak Dien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: