Guru untuk Gen Z: Saatnya Profesi Mulia Dihargai dengan Nyata
ILUSTRASI Guru untuk Gen Z: Saatnya Profesi Mulia Dihargai dengan Nyata.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Pertama, restrukturisasi skema kompensasi yang tidak hanya berbasis masa kerja, tetapi berbasis beban kerja dan keahlian khusus.
Kedua, penyediaan paket dukungan kesejahteraan holistik, termasuk akses konseling psikologis dan bantuan hukum yang melekat pada profesi.
Ketiga, mendesain ulang kurikulum pendidikan guru agar lebih ”kekinian” dengan mengintegrasikan aspek personal branding dan manajemen konten. Dengan demikian, guru formal memiliki prestise yang setara dengan edu-kreator digital.
Keluarga dan masyarakat pun perlu berhenti memosisikan guru sebagai ”pengasuh pengganti” yang bisa disalahkan setiap saat.
Penghormatan terhadap guru harus dikembalikan sebagai budaya nasional, tetapi harus dimulai dengan penghormatan negara terhadap hak-hak dasar mereka sebagai manusia profesional.
Jika kita gagal menjadikan profesi guru sebagai pilihan utama bagi putra-putri terbaik generasi Z, cita-cita Indonesia emas hanyalah mimpi. Menyelamatkan nasib guru adalah investasi paling nyata untuk menyelamatkan nalar bangsa. (*)
*) Fitria Widiyani Roosinda adalah akademisi di ilmu komunikasi, FISIP, Universitas Bhayangkara, Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: