Praktik Joki UTBK 2026 Mayoritas Incar Fakultas Kedokteran, Ketua SNPMB Buka Fakta Ini!

Praktik Joki UTBK 2026 Mayoritas Incar Fakultas Kedokteran, Ketua SNPMB Buka Fakta Ini!

SNPMB 2026 ungkap lebih dari 90 persen praktik joki UTBK menargetkan jurusan kedokteran--UGM

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Eduart Wolok mengungkap bahwa praktik joki dalam pelaksanaan UTBK mayoritas mengincar program studi kedokteran dengan persentase mencapai lebih dari 90 persen pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Temuan kasus kecurangan UTBK 2026 itu berasal dari dua perguruan tinggi penyelenggara di Surabaya, yaitu Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Penanganannya kini berada di bawah wewenang Polrestabes Surabaya.

Menurut Prof Eduart, panitia SNPMB bakal menjatuhkan tindakan tegas terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat, baik peserta UTBK maupun pelaku joki dalam praktik kecurangan tersebut.

BACA JUGA:Resmi! TKA Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB 2026/2027

BACA JUGA:Strategi Manajemen Waktu UTBK-SNBT 2026,Cara Cepat Menjawab Literasi Bahasa Inggris dan Penalaran Matematika

"Peserta itu akan kami blacklist. Kemudian bagi pelaku joki yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif, bisa saja dikeluarkan dari kampus,” katanya dikutip dari Disway Memorandum.

Ia menilai terungkapnya kasus tersebut menjadi bukti bahwa penguatan sistem pengawasan UTBK yang mulai diterapkan sejak tahun lalu telah mampu mendeteksi beragam bentuk kecurangan dengan lebih efektif.

Prof Eduart juga memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana di Universitas Negeri Surabaya karena dinilai konsisten dalam mengungkap praktik joki yang dilakukan secara terorganisir selama pelaksanaan UTBK berlangsung.

BACA JUGA:Gagal SNBP? Tenang! Ini Jadwal, Cara Daftar, dan Aturan Baru UTBK atau SNBT 2026

BACA JUGA:Cara Menghitung Skor Aman UTBK SNBT 2026 agar Lolos Kedokteran UI dan Teknik ITB

"Kami memberikan apresiasi kepada teman-teman di Unesa karena cukup konsisten mengawal pelaksanaan UTBK, sehingga ditemukan adanya kejahatan joki yang terorganisir,” katanya.

Pengungkapan kasus itu berawal dari temuan saat pelaksanaan UTBK pada April 2026, kemudian berkembang menjadi dugaan jaringan joki yang melibatkan berbagai latar belakang profesi, mulai dari mahasiswa, dokter, ASN PPPK, pedagang, hingga pegawai swasta.

Ia menyebut langkah pengawasan dan mitigasi sejak tahap awal menjadi faktor penting dalam mendeteksi pola kecurangan yang muncul selama proses pelaksanaan UTBK berlangsung.

BACA JUGA:SPMB Surabaya 2026 Berubah, TKA Jadi Penentu Jalur Prestasi Akademik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: memorandum.disway.id