Homeless Media dan Masa Depan Ruang Informasi

Homeless Media dan Masa Depan Ruang Informasi

ILUSTRASI Homeless Media dan Masa Depan Ruang Informasi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Akibatnya, ruang publik tidak lagi mendorong diskusi yang sehat mengenai kualitas informasi, tetapi sekadar memperkuat polarisasi dan kecurigaan. Media akhirnya lebih mudah diadili oleh persepsi digital daripada kualitas kerja jurnalistik yang mereka hasilkan. 

Dalam jangka panjang, situasi itu dapat melemahkan ekosistem informasi karena publik makin sulit membedakan kritik yang berbasis fakta dan sekadar sentimen viral.

Refleksi: Ekosistem Informasi yang lebih Sehat

Polemik ini pada akhirnya tidak hanya soal benar atau tidaknya daftar yang beredar di media sosial. Situasi tersebut juga menunjukkan bahwa publik memiliki sensitivitas dan daya kritis terhadap kualitas informasi yang mereka konsumsi. 

Hal itu merupakan perkembangan positif dalam demokrasi digital. Namun, sikap kritis juga perlu disertai dengan nalar yang sehat dan upaya verifikasi sehingga penilaian terhadap media tidak berhenti pada asumsi ataupun pelabelan semata.

Independensi media semestinya diukur melalui kualitas informasi, konsistensi kerja jurnalistik, transparansi, serta keberpihakannya kepada kepentingan publik. 

Di sisi lain, besarnya harapan publik terhadap homeless media menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan ruang informasi yang independen, dekat dengan warga, dan kritis terhadap kekuasaan.

Karena itu, media alternatif maupun media pers pada umumnya perlu menjaga independensinya, tidak hanya dari kepentingan politik, tetapi juga dari kooptasi ekonomi yang dapat memengaruhi kualitas informasi yang disampaikan kepada publik. 

Ketika publik tetap kritis dan media tetap menjaga jarak dari kekuatan ekonomi-politik, harapan terhadap ruang informasi yang sehat sebenarnya masih ada. Yang berbahaya justru ketika media kehilangan independensinya, sedangkan masyarakat kehilangan kepercayaannya. (*)

*) Gilang Gusti Aji, pengajar Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Surabaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: