Startup Binaan Pertamina dari ITS Masuk Top 6 Dunia di Ajang Inovasi Sosial Amerika Serikat
Startup TERANGIN binaan Pertamina dari ITS masuk Top 6 dunia di ajang inovasi sosial Amerika Serikat dengan teknologi ramah lingkungan berbasis EBT.-Dok. Pertamina-
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam mendukung inovator muda Indonesia kembali membuahkan hasil di tingkat internasional.
Startup TERANGIN binaan program Pertamuda Seed & Scale 2025 sukses masuk jajaran Top 6 dunia dalam ajang Fowler Global Social Innovation Challenge 2026 di University of San Diego, Amerika Serikat.
Startup asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut berhasil meraih peringkat keempat setelah bersaing dengan 43 finalis dari 10 negara, termasuk universitas ternama dunia seperti Georgetown University dan University of London.
BACA JUGA:Laba PT Pertamina Training and Consulting Tembus Rp152,9 Miliar pada 2025
BACA JUGA:UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer Expo 2026
TERANGIN Bawa Inovasi Perangkap Hama Energi Terbarukan
TERANGIN menghadirkan inovasi alat perangkap hama tanaman berbasis energi terbarukan yang menggabungkan teknologi kincir angin dan panel surya.
Inovasi tersebut dinilai mampu menjadi solusi ramah lingkungan bagi sektor pertanian sekaligus mendukung agenda transisi energi global.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pencapaian TERANGIN menjadi bukti bahwa inovasi anak muda Indonesia mampu bersaing di level internasional.
BACA JUGA:Pertamina dan Departemen Energi AS Bahas Penguatan Pasokan Energi Nasional
BACA JUGA:Pertamina dan EOG Resources Jajaki Penguatan Kerja Sama Teknologi Migas Non-Konvensional
"Keberhasilan TERANGIN di San Diego menjadi validasi bahwa inovasi anak bangsa memiliki standar dunia. Melalui Pertamuda, kami tidak hanya memberikan pendanaan, tapi juga pendampingan berkelanjutan agar ide kreatif mahasiswa dapat bertransformasi menjadi solusi nyata yang diakui investor internasional. Ini adalah bagian dari visi Energizing Indonesia untuk membawa talenta lokal ke kancah global," ujar Baron.
Founder TERANGIN Apresiasi Dukungan Pertamina
Founder TERANGIN Muhammad Hanif mengaku mendapat banyak pengalaman baru selama mengikuti kompetisi internasional tersebut.
Menurutnya, dukungan Pertamina dan Pertamuda menjadi faktor penting yang membantu startup mereka berkembang hingga mampu tampil di panggung global.
BACA JUGA:Pertamina dan BGN Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: