Orasi Taufik Monyong Picu Kemarahan, Anggota KPJ Tuntut Klarifikasi Terbuka
Potret Taufik Monyong (kanan) saat melakukan aksi memprotes pengosongan sekretariat DKS di Balai Pemuda, 11 Mei 2026. Orasinya itu menuai polemik.-@humaspolsekgenteng-Instagram
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Orasi seniman Taufik Hidayat (Taufik Monyong) pada 11 Mei 2026 menuai kontroversi.
Sedianya, ia bersama seniman saat itu sedang melakukan aksi. Memprotes kebijakan Pemkot Surabaya yang melakukan pengosongan gedung sekretariat Dewan Kesenian Surabaya di Balai Pemuda.
Dalam orasinya, ia melontarkan kata-kata kasar. Salah satunya, "KPJ itu singkatan dari Kelompok Penyanyi Jancuk."
Kemudian dengan speaker di tangan, ia menyebut bahwa anggota Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) yang menyanyi sambil bertepuk tangan di jalan, di traffic light, tak ubahnya seperti pengemis.
BACA JUGA:Beauty of Balai Pemuda, Bangkitkan Semangat Kartini dari Galeri Merah Putih Surabaya
BACA JUGA:Usung Musik Folklore ke Balai Pemuda Surabaya, Kedutaan Hungaria Harapkan Jalinan Kerja Sama Budaya

Tri Rismaharini (kanan) mendengarkan penjelasan perwakilan seniman Jatim Taufik Monyong.-PDIP Jatim-
"KPJ kok keplok-keplok njaluk duit nang lampu merah. Iku podo karo ngemis (KPJ kok menyanyi sambil bertepuk tangan minta uang di lampu merah. Itu sama saja dengan pengemis, Red)!" ujarnya.
Rekaman video orasi itu menyebar. Hingga dilihat oleh para anggota KPJ. Itu memicu kemarahan. Salah satunya Dewi Indayani (Indrie), perwakilan KPJ Siwalankerto.
"Yang jelas kawan-kawan KPJ tersinggung dengan orasi Taufik Monyong. Secara pribadi, ia sudah saya hubungi. Taufik meminta maaf pada saya. Tapi para anggota KPJ menuntut setidaknya ada klarifikasi secara terbuka," ujarnya.
Terkait itu, Taufik memberikan klarifikasi. Saat dihubungi Harian Disway melalui telepon WhatsApp, 12 Mei 2026, ia menyebut bahwa dirinya telah "salah karena kenakalannya."
BACA JUGA:Workshop Pipe Flowers jadi Ajang Ekspresi Seni Pengunjung Swarabaya Fest di Balai Pemuda
BACA JUGA:Soerabaia Meradjoet Asa Bawa Lorong Waktu ke Balai Pemuda
"Saya itu nakal. Suka bicara blak-blakan. Saya akui saya salah. Hal seperti itu tidak etis jika disampaikan dalam aksi. Seperti yang saya lakukan. Saya menyesal," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: