DBL Camp 2026 Jadi Tempat Belajar Baru bagi Coach Imanudin

DBL Camp 2026 Jadi Tempat Belajar Baru bagi Coach Imanudin

Mantan Bintang NSH Jakarta Ini Punya Misi Besar di Basket Pelajar Banyuwangi.-Media DBL Indonesia-

HARIAN DISWAY Imanudin Husnuzan mengakhiri kariernya sebagai pemain profesional dengan tenang.

Musim IBL 2017-2018 menjadi yang terakhir baginya bersama NSH Jakarta, sebelum ia resmi menggantung sepatu pada 2019 setelah delapan musim penuh di level tertinggi basket Indonesia.

Tapi bagi Iman, itu bukan akhir. Itu adalah titik awal dari sesuatu yang jauh lebih bermakna.

Setelah bertahun-tahun merantau dan berkompetisi di Jakarta, Iman memilih kembali ke kampung halamannya, yakni di kota ujung timur Pulau Jawa: Banyuwangi.

"Sebenarnya sudah dari dulu ingin menjadi pelatih. Memang ingin membesarkan Kabupaten Banyuwangi karena saya kelahiran Banyuwangi. Jadi saya harus kembali dan memberi kontribusi lebih besar," ungkapnya.

BACA JUGA:Cerita Unik Peserta DBL Camp 2026, Sean Jason Manifestasi Masuk Top 24 Campers

BACA JUGA:Dari UNIMA ke DBL Camp 2026, Coach Torero Cari Ilmu Baru untuk Atlet

Ia pun memulai babak baru sebagai pelatih SMAN 1 Glagah Banyuwangi, alias Smansa. Debut kepelatihannya terjadi di DBL East Java-East 2022, dan langsung meninggalkan kesan. Ya, tim putra Smansa berhasil menembus fantastic four di musim pertama tersebut.

Perjalanan Smansa tidak langsung melesat ke puncak. Iman membangunnya dengan sabar. Musim demi musim, evaluasi demi evaluasi. Hasilnya mulai terlihat. Smansa menembus final pada 2024, lalu kembali ke final pada 2025.


DBL Camp 2026 Jadi Tempat Belajar Baru bagi Imanudin Husnuzan.-Media DBL Indonesia-

Tim putra memang belum mengangkat trofi juara. Tapi, Iman tidak hanya menangani satu tim. Sebagai asisten pelatih tim putri Smansa, ia turut mengawal mereka meraih gelar juara DBL East Java-East 2025.

"Kami sudah juara buat yang tim putri. Kami tingkatkan lagi dalam segi apa dan evaluasi musim lalu. Selanjutnya kami ingin tim putra bisa menjadi juara juga," kata pria 35 tahun itu.

Targetnya jelas. Dan ia tidak akan berhenti sampai di sana. Melatih di era sekarang bukan perkara mudah. Iman menyadari betul bahwa anak-anak yang ia latih tumbuh dalam konteks yang sangat berbeda dari zamannya dulu sebagai pemain.

BACA JUGA:Syafira Meydianti Buktikan Diri di DBL Camp 2026, dari Minder hingga Masuk Top Campers

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: dbl