Dari UNIMA ke DBL Camp 2026, Coach Torero Cari Ilmu Baru untuk Atlet

Dari UNIMA ke DBL Camp 2026, Coach Torero Cari Ilmu Baru untuk Atlet

Torero Rigel Centeury (jersei nomor punggung 21) ketika terpanggil masuk dalam daftar ke-16 coaches di DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-

HARIAN DISWAY - Di antara ratusan pelatih yang hadir di Kopi Good Day DBL Camp 2026, ada satu nama yang punya perspektif berbeda dari kebanyakan.

Ia adalah Torero Rigel Centeury, kepala pelatih SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang berhasil masuk daftar Top 16 Coaches.

Bagi coach Torero, DBL Camp bukan sekadar arena kompetisi. Ini adalah ruang kelas terbesar yang pernah ia masuki.

Melatih basket bukanlah pekerjaan utama coach Torero. Sehari-hari, ia adalah dosen olahraga di Universitas Negeri Manado. Dua peran yang sekilas terpisah, namun di tangannya justru saling menguatkan.

BACA JUGA:Syafira Meydianti Buktikan Diri di DBL Camp 2026, dari Minder hingga Masuk Top Campers

BACA JUGA:Kisah Menarik DBL All-Star 2026, Syafira Meydianti Buktikan Mimpi Bisa Jadi Nyata

Ketika banyak pelatih datang ke DBL Camp dengan target memenangkan persaingan, coach Torero datang dengan niat yang berbeda. "Memang ini yang saya cari, pembelajaran," katanya.

Dan ia mendapatkan jauh lebih banyak dari yang ia bayangkan. "Justru saya banyak banget dapat sesuatu yang baru di kamp ini. Apalagi soal ilmu olahraga. Sangat berguna sekali ini buat saya sebagai seorang dosen kepelatihan olahraga," ujarnya.


Deretan pemain dan pelatih yang berhasil mengamankan gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.-Media DBL Indonesia-

Yang menarik dari coach Torero adalah kerendahan hatinya. Sebagai dosen olahraga, ia sudah memiliki fondasi ilmu yang jauh di atas rata-rata pelatih kebanyakan. Tapi, justru dari situlah pertanyaan besar muncul dalam dirinya.

"Saya justru punya sudut pandang yang lain. Apakah selama ini sudah sesuai kah saya memberikan ilmu kepada anak-anak mahasiswa saya. Ternyata kan banyak yang baru," ungkapnya.

BACA JUGA:Tata Jadi MVP DBL Camp 2026, Penabur Cirebon Tak Kehabisan Bintang

BACA JUGA:Trio Buksi Lengkap ke DBL All-Star 2026, Coach Ricky Tak Kuasa Menahan Tangis

Baginya, sport science bukan ilmu yang statis. Ia terus bergerak, terus berkembang, dan siapa pun yang merasa sudah cukup tahu justru berisiko tertinggal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: dbl