SAINT SATINE Langsung Tuai Kontroversi, HYBE Dianggap Nepotisme

SAINT SATINE Langsung Tuai Kontroversi, HYBE Dianggap Nepotisme

Foto grup resmi keempat member SAINT SATINE (Emily, Lexie, Samara, Sakura) saat malam final atau dari photoshoot debut mereka.-HYBE x Geffen Records-x/@popbase

Publik menilai konsep tersebut sangat tidak layak disajikan oleh seorang gadis di bawah umur. "Kenapa kita membiarkan anak berusia 15 tahun (usia Sakura saat audisi) melakukan tarian provokatif di depan penonton yang berisi orang dewasa?," kecam seorang fans di X.

"Bagaimana bisa mereka melihat Sakura dan berpikir dia cocok untuk konsep ini? Dia memang anak yang manis, tapi dia tetaplah seorang anak kecil," kritik netizen lain.

BACA JUGA:CEO Belift Lab Bantah ILLIT Plagiat NewJeans dan Tuduhan Hanni Soal Bullying

BACA JUGA:ENHYPEN Is 7! Ni-Ki Diduga Kena Mistreatment Belift Lab, ENGENE Protes Keras

Seolah belum cukup, HYBE dan Geffen Records juga harus menelan pil pahit terkait penamaan grup. Awalnya, publik sangat menyukai nama working title mereka, yakni Prelude.

Namun, ketika nama SAINT SATINE diresmikan, banyak penggemar yang merasa nama tersebut terlalu kaku dan tidak selaras dengan citra edgy yang berusaha dibangun.


Samara Siqueira, member asal Brasil yang menuai banyak pujian berkat vokal stabilnya saat membawakan lagu secara live di malam final.-HYBE x Geffen Records-X

Puncak dari rentetan kekecewaan fans terjadi pada penampilan live perdana mereka membawakan lagu PARTY b4 the PARTY. Meski diapresiasi karena bernyanyi live sambil melakukan koreografi penuh, penampilan tersebut justru dibanjiri ulasan negatif.

Banyak penonton menilai kualitas vokal grup secara keseluruhan masih terdengar goyah dan belum matang untuk ukuran debut berskala global.

BACA JUGA:Lirik dan Terjemahan GRWM Milik ILLIT, Lagu Teman Dandan yang Asyik Banget!

BACA JUGA:Lirik dan Terjemahan It's Me Milik ILLIT, Lagu Self Love yang Bikin Candu

Dari keempat member, sorotan positif dan pujian justru banyak diarahkan pada Samara. Vokalnya yang soulful, kuat, dan stabil dinilai sukses menjadi penyelamat panggung malam itu dan membuktikan kualitasnya sebagai vokalis andalan grup.

Kendati demikian, penampilan perdana ini barulah langkah awal bagi SAINT SATINE sebagai sebuah grup yang utuh. Mereka baru akan resmi debut pada paro kedua 2026. Masih ada waktu untuk berbenah.

Masa jeda ini menjadi kesempatan bagi Emily, Lexie, Samara, dan Sakura untuk terus mematangkan vokal, mengasah bakat, serta membangun chemistry yang lebih solid.

Menarik untuk dinantikan bagaimana SAINT SATINE akan terus berkembang dan membuktikan pesona mereka sebagai girl group global yang patut diperhitungkan. Sukses selalu untuk persiapan debutnya, SAINT SATINE! (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber