Rupiah Tembus Rp17.500 per USD, Purbaya: Nggak Perlu Panik, Nggak Sejelek 98!

Rupiah Tembus Rp17.500 per USD, Purbaya: Nggak Perlu Panik, Nggak Sejelek 98!

Purbaya minta masyarakat jangan panik Rupiah anjlok--Anisha Aprilia

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik setelah nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan pekan ini.

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibanding krisis moneter 1998 sehingga pelemahan rupiah masih dapat dikendalikan pemerintah dan Bank Indonesia.

BACA JUGA:Pengusaha Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Namun Peringatkan Melemahnya Rupiah

BACA JUGA:Inilah Tujuh Jurus BI Jaga Rupiah

"Enggak perlu panik, karena pondasi ekonomi bagus, kita tahu betul kelemahan di mana dan bisa kita betulin. Kita enggak akan sejelek kayak tahun ’98 lagi. Dengan pondasi ekonomi yang kuat, tidak terlalu sulit sebetulnya,” kata Purbaya di kawasan Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Purbaya memastikan Bank Indonesia akan terus menjalankan kebijakan stabilisasi kurs guna menjaga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Ia optimistis otoritas moneter mampu mengendalikan tekanan terhadap rupiah di tengah gejolak pasar global.

BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, Bank Indonesia Intervensi Pasar

BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Celios Sebut Bukan Karena Undervalue

"Mereka yang berwenang dan saya yakin mereka bisa kendalikan. Kita akan bantu sedikit-sedikit nanti," tegasnya.

Dalam upaya menjaga stabilitas rupiah, Purbaya menilai intervensi di pasar surat utang negara atau bond market menjadi langkah paling rasional.

Menurutnya, stabilitas pasar obligasi dapat menahan arus keluar modal asing sekaligus mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Kami ada masuk ke stabilized bond market, kalau bond market stabil orang itu nggak jual. mereka nggak takut dengan capital loss, yang keluar juga akan berkurang. Itu hitungan saya, apalagi kalau nanti bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain, selain itu mereka juga dapat capital gain," tuturnya.

BACA JUGA:Rupiah Jeblok ke Rp 17.300, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: