XI Jinping Sambut Trump di Aula Rakyat Beijing: Tiongkok dan AS Harus Jadi Mitra, bukan Rival
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan saat penyambutan di Great Hall of the People, Beijing pada Rabu sore -Kenny Holston/Pool/AFP -
HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Ibu Kota Tiongkok, Beijing pada Rabu sore, 13 Mei 2026. Kemudian pada pagi harinya, Kamis, 14 Mei 2026, Trump disambut oleh Presiden Tiongkok XI Jinping di halaman Great Hall of the People, Beijing.
Pertemuan ini menandai kunjungan pertama presiden AS ke Tiongkok dalam hampir satu dekade terakhir, di tengah berbagai isu politik dan ekonomi global. Termasuk soal perdagangan, teknologi, perang di Timur Tengah, dan ketegangan dengan Taiwan.
Kantor berita AFP melaporkan pada Kamis bahwa kedua pemimpin tersebut terlihat bersalaman saat Trump turun dari mobil dengan iring-iringan mobil kepresidenan. Keduanya bertemu di tangga gedung.
Di sana, delegasi AS yang mencakup Sekretaris Negara Marco Rubio, Sekretaris Perang Pete Hegseth, serta sejumlah CEO bisnis termasuk Elon Musk, telah bersiap menunggu kedatangannya.
BACA JUGA:Trump Tunda 'Project Freedom', Sebut Sedang Negosiasi Damai dengan Iran
Dalam pertemuan di Great Hall of the People tersebut, Presiden Donald Trump menyampaikan kepada Xi Jinping bahwa kedua negara adidaya ini akan memiliki "masa depan yang fantastis" bersama. Hubungan bilateral ini diharapkan dapat melangkah ke arah yang jauh lebih kuat.
"Adalah suatu kehormatan bisa berada di sini bersamamu. Sebuah kehormatan menjadi temanmu, dan hubungan antara Tiongkok dan AS akan menjadi lebih baik dari sebelumnya," ujar Trump dalam pertemuan tersebu.
Di sisi lain, Presiden Tiongkok Xi Jinping menekankan pentingnya posisi kedua negara dalam lanskap politik global global. Ia menyatakan kepada Trump bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok seharusnya menempatkan diri sebagai "mitra dan bukan rival" selama pembicaraan mereka di Beijing pada Kamis tersebut.
BACA JUGA:NATO Semakin Retak! Trump Sebut Pasukan AS yang Ditarik dari Jerman Lebih dari 5 Ribu Orang
"Hubungan China-AS yang stabil adalah anugerah bagi dunia. Kerja sama menguntungkan kedua belah pihak, sedangkan konfrontasi merugikan keduanya. Kita harus menjadi mitra dan bukan rival," tegas Xi.
Xi juga menambahkan bahwa dirinya merasa "senang" dapat menerima kunjungan Trump. Momen ini merupakan perjalanan pertama pemimpin AS tersebut ke Tiongkok sejak tahun 2017, yang terjadi di saat "dunia telah tiba di persimpangan jalan yang baru.".
Rangkaian kunjungan kerja selama dua hari ini juga dijadwalkan mencakup tur bersama ke situs bersejarah Temple of Heaven serta perjamuan kenegaraan resmi pada malam hari.
Pertemuan ini diharapkan dapat meletakkan dasar bagi hubungan perdagangan yang lebih dapat diprediksi serta membahas perpanjangan gencatan senjata tarif yang telah disepakati sebelumnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: