Kunjungan Trump ke Beijing Bersejarah, Respons Pasar Beragam
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di hadapan anak-anak Tiongkok yang meneriakkan yel-yel selamat datang-Kenny Holston/Pool/AFP -
BEIJING, HARIAN DISWAY – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memulai kunjungan kenegaraannya di BEIJING pada Kamis pagi, 14 Mei 2026. Ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan oleh seorang presiden AS ke China dalam hampir satu dekade terakhir.
Kendati disambut dengan upacara mewah, kunjungan ini berlangsung di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik serta sengketa perdagangan yang belum terselesaikan antara kedua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut Donald Trump dengan karpet merah di tangga masuk Great Hall of the People yang megah. Penyambutan tersebut dimeriahkan oleh alunan musik dari korps militer, dentuman meriam penghormatan, serta riuh ratusan anak sekolah yang melompat kegirangan sembari meneriakkan kalimat selamat datang.
Donald Trump tampak menikmati jalannya upacara penyambutan resmi tersebut dan memberikan pandangan optimistis terkait interaksi kedua negara.
"Hubungan antara China dan Amerika Serikat akan menjadi lebih baik dari yang pernah ada sebelumnya," ujar Donald Trump.
BACA JUGA:XI Jinping Sambut Trump di Aula Rakyat Beijing: Tiongkok dan AS Harus Jadi Mitra, Bukan Rival
Pernyataan tersebut muncul setelah dinamika hubungan yang fluktuatif sejak kunjungan terakhir Trump pada tahun 2017. Sepanjang tahun 2025, kedua negara terlibat dalam perang dagang yang intensif serta kerap berbeda pandangan dalam berbagai isu global utama.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan saat penyambutan di Great Hall of the People, Beijing pada Rabu sore -Kenny Holston/Pool/AFP -
Respons Pasar Saham Asia
Di sisi lain, pergerakan pasar saham di Asia terpantau bervariasi pada hari Kamis ini. Para pelaku pasar dan investor masih menimbang dampak dari pertemuan tingkat tinggi antara AS dan China, di samping adanya kekhawatiran terhadap inflasi yang menahan optimisme pasar, meskipun bursa saham Wall Street sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi.
Sikap kehati-hatian para investor di Asia ini menyusul tren penguatan yang dipimpin oleh sektor teknologi di Wall Street semalam, di mana indeks Nasdaq dan S&P 500 berhasil mencapai rekor tertinggi baru yang didorong oleh rilis kinerja keuangan perusahaan yang kuat serta antusiasme terhadap investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).
BACA JUGA:Trump Tunda 'Project Freedom', Sebut Sedang Negosiasi Damai dengan Iran
BACA JUGA:Trump Marah PM Kanada 'Sowan' ke Xi Jinping, Ancam Jatuhkan Sanksi Tarif 100 Persen

Delegasi AS dan Tiongkok bertemu dalam ruang pertemuan di Aula Rakyat Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026-Brendan Smialowski/AFP-
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: