Lingkaran Kekuasaan

Lingkaran Kekuasaan

ILUSTRASI Lingkaran Kekuasaan.-Arya/AI-Harian Disway -

Saat ini paling tidak ada tiga pintu pola rekrutmen sirkel Prabowo masuk istana.

Pertama, dari lingkaran perwira-perwira  yang pernah menjadi orang dekat Prabowo saat di militer. Lewat pintu itu paling banyak pejabat yang masuk ke istana. Selain para menteri yang  disebut tadi, ada sejumlah wakil menteri dan dirjen dari purnawirawan militer.

Misalnya, Letjen (purn) Djaka Budi Utama yang kini menjabat Dirjen Bea Cukai adalah mantan anak buah Probowo di Kopassus. Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Mayjen Arnold Ritiauw juga anak buah Prabowo di Kopassus.

Pintu kedua, lewat Partai Gerindra. Misalnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Dua petinggi Pertamina, BUMN terbesar, Komisaris Utama Iwan Bule (M. Irawan) dan Dirut Simon Alysius Mantiri, keduanya kader Gerindra. Yang terbaru, jabatan Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko juga dari kader Gerindra.

Pintu ketiga masih ada pertalian darah. Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, diangkat jadi Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi. Ada total tiga jabatan Hashim di pemerintahan. Dua lainnya, ketua Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional serta Satgas Perumahan.

Keponakan Prabowo, Tommy Djiwandono, sempat dilantik jadi wakil menteri keuangan. Kini pindah ke deputi gubernur Bank Indonesia. 

Secara aturan, tidak ada yang salah. Presiden punya prerogatif untuk mengangkat siapa pun. Pak Harto pun pernah mengangkat putrinya, Mbak Tutut, menjadi menteri sosial. Hanya, yang sering menjadi pertanyaan publik, apakah sesuai kompetensi? Apakah berdasarkan meritokrasi? Sesuaikah dengan etika? (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: