Istana Prihatin 2 Pejabat Kabinet Prabowo Tersandung Korupsi dalam 2 Hari

Istana Prihatin 2 Pejabat Kabinet Prabowo Tersandung Korupsi dalam 2 Hari

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku prihatin dengan adanya 2 kasus dugaan korupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan-disway.id/Anisha Aprilia -

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Istana Kepresidenan angkat bicara setelah dua pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terseret kasus dugaan korupsi dalam waktu berdekatan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku prihatin atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa komitmen pemberantasan korupsi tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

Dalam dua hari terakhir, publik dihebohkan oleh penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim dalam perkara berbeda.

BACA JUGA:KPK Bongkar Cara Pungli Silmy Karim Cs dalam Visa WNA: Pakai Rekening Pengepul, Bagi Jatah Tiap Jumat

BACA JUGA:BGN Terjerat Kasus Dugaan Korupsi, Prabowo Tetap Optimistis Program MBG akan Berhasil

"Kita cukup prihatin karena dalam dua hari ini ada dua kejadian yang berkenaan dengan tindakan pidana korupsi," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 4 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan publik terhadap integritas pejabat negara, terutama karena kedua kasus tersebut melibatkan figur yang sebelumnya dipercaya mengelola program strategis pemerintah.

Saat ditanya apakah Presiden Prabowo akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kabinetnya, Prasetyo menegaskan bahwa kepala negara selama ini tidak pernah berhenti mengingatkan seluruh pejabat untuk menjaga integritas dan membenahi institusi masing-masing.

BACA JUGA:Perjalanan Dadan Hindayana: Dari Dosen IPB hingga Tersangka Korupsi BGN

BACA JUGA:Kejagung Geledah Kantor BGN Sehari Setelah Dadan Hindayana Dicopot

Menurutnya, pesan pemberantasan korupsi terus disampaikan Presiden dalam berbagai kesempatan, baik dalam rapat kabinet maupun forum-forum kenegaraan lainnya.

"Di dalam berbagai kesempatan beliau selalu menyampaikan bahwa mari kita semua menyadari hal tersebut, membenahi institusi kita masing-masing, diri kita masing-masing. Itulah makna selama ini beliau selalu mengingatkan kepada kita semua," ujarnya.

Kasus pertama yang menyita perhatian publik adalah penetapan Dadan Hindayana sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Dadan yang baru saja dicopot dari jabatan Kepala BGN diduga terlibat dalam penyimpangan tata kelola program dan pengadaan barang yang tidak berkaitan langsung dengan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: