Menakar Pendidikan Bermutu untuk Semua
ILUSTRASI Menakar Pendidikan Bermutu untuk Semua.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Dalam kondisi seperti itu, rasanya sulit berharap agar kampus menjadi motor perubahan jika otonominya belum kokoh dan fleksibilitasnya masih terbatas.
Pidato Hardiknas 2026 memiliki kekuatan naratif yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. Namun, narasi tidak otomatis menjelma menjadi realitas.
Ada tiga hal mendasar yang perlu ditegaskan bahwa partisipasi harus berbasis keadilan struktural, bukan sekadar ajakan moral; akses harus diiringi mutu, bukan sekadar ekspansi kuantitatif; dan dampak harus ditopang sistem insentif, bukan hanya slogan kebijakan.
Pada akhirnya, pendidikan bermutu untuk semua tidak sekadar memastikan setiap orang dapat mengakses sekolah atau kampus, tetapi juga memastikan setiap individu mampu hidup bermartabat, produktif, dan relevan dengan zamannya, sekaligus berkontribusi membangun bangsa yang tangguh, berdampak, dan mendunia.
Jika tidak, Hardiknas hanya akan menjadi seremoni tahunan tanpa daya ubah nyata. Jikalau pendidikan adalah jantung peradaban, kebijakan adalah aliran darahnya. Tanpa aliran yang sehat dan merata, jantung itu tetap berdetak, tetapi tidak benar-benar menghidupkan peradaban. (*)
*) Machsus, dosen Program Studi S-2 Terapan Teknik Infrastruktur Sipil, Fakultas Vokasi, dan wakil rektor II Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: