Sleep Apnea Jadi Ancaman Tersembunyi di Balik Kebiasaan Ngorok
Pasien berbaring dengan alat sleep diagnostic test terpasang untuk pemeriksaan sleep apnea di Pramita Lab Ngagel Surabaya-Pramita-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Banyak orang menganggap ngorok sebagai tanda tidur nyenyak.
Padahal, kebiasaan ngorok saat tidur bisa menjadi tanda sleep apnea atau gangguan napas saat tidur yang berbahaya.
Hal itu disampaikan Andini Ekawati di sela workshop rehabilitasi jantung di Pramita Lab Ngagel Surabaya, 16 Mei 2026.
Menurutnya, sleep apnea merupakan kondisi ketika seseorang mengalami henti napas berulang saat tidur. Kondisi itu kerap tidak disadari. Karena terjadi pada malam hari.
BACA JUGA:Workshop Rehabilitasi Jantung: Pasien Tetap Harus Berolahraga agar Tak Muncul Sumbatan Baru
BACA JUGA:Dirut BPJS Kesehatan Setelah Ikut Senam Dahlan Iskan: Turunkan Risiko Jantung dan Diabetes
“Sleep apnea itu disebut silent killer. Karena kejadiannya malam hari saat pasien tidur. Tapi kita enggak tahu kalau itu kondisi yang berbahaya,” ujarnya.

Andini Ekawati menjelaskan penggunaan alat sleep diagnostic test kepada pasien di Paramita Lab Ngagel Surabaya-Pramita-Harian Disway
Ia menjelaskan, gejala sleep apnea biasanya ditandai dengan ngorok, bangun tidur tidak segar, mudah mengantuk di siang hari, hingga sakit kepala saat pagi.
“Kalau tidurnya cepat tapi bangun enggak segar, baru jam 8 atau jam 9 pagi sudah ngantuk lagi, itu harus dicurigai,” katanya.
Menurut Andini, saat sleep apnea terjadi, saluran napas menutup. Sehingga kadar oksigen dalam tubuh turun. Kondisi tersebut dapat terjadi puluhan hingga ratusan kali selama tidur.
“Nah, kejadian ini yang bisa berkaitan ke penyakit jantung dan stroke. Karena kadar oksigen dalam tubuh turun terus secara berulang,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: