Seni Menikmati Libur Tanpa FOMO

Seni Menikmati Libur Tanpa FOMO

Niatnya healing biar pikiran tenang, malah berakhir pusing mikirin isi dompet yang langsung kempis.-Nano Banana 2-Nano Banana 2

Membaca Ulang Makna "Sehat" Saat Libur.

Sehat itu bukan hanya bebas dari penyakit. WHO mendefinisikannya sebagai keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh. Jika pakai definisi itu, maka libur bersama yang sehat punya 3 ciri:

Pertama, sehat secara fisik. Bukan berarti harus hiking 15 km. Cukup tidur 7-8 jam tanpa alarm, makan makanan utuh, dan berolahraga ringan. Libur bersama adalah kesempatan untuk melepas ritme begadang dan makan cepat saji. Jangan sampai libur malah jadi ajang balas dendam dengan makan dan begadang.

Kedua, sehat secara mental. Matikan notifikasi kantor. Berani bilang "tidak" pada ajakan yang menguras energi. Healing yang sehat butuh ruang hening. Di situlah otak punya waktu untuk memproses stres. Psikiater menyebutnya mental downtime. Tanpa itu, otak terus bekerja meski tubuh sedang berada di pantai.

Ketiga, sehat secara sosial. Gunakan waktu untuk berobrol tanpa layar. Tanya kabar orang tua, main kartu dengan adik, atau sekadar sarapan bersama tanpa HP di meja. Ini terdengar sepele, tapi justru di momen inilah"recharge" terjadi.

BACA JUGA:Juara Surabaya Tourism Awards 2026: Wisata Sungai Kalimas Jadi Urat Nadi Kota

BACA JUGA:Juara Surabaya Tourism Awards 2026: Kampung Ketandan Jadikan Wisatawan Agen Promosi

Dari FOMO ke JOMO: Seni Menikmati Libur Tanpa Tekanan

Tren Joy of Missing Out atau JOMO mulai muncul sebagai antitesis FOMO. Intinya: bahagia karena memilih untuk tidak ikut-ikutan.  

Libur bersama yang sehat lahir dari JOMO. Tidak masalah kalau kamu memilih diam di rumah, membaca buku, berkebun, atau membersihkan kamar. Itu juga healing. Healing tidak butuh tiket pesawat. Ia butuh izin dari diri sendiri untuk berhenti sejenak.

Negara sudah memberi ruang melalui kebijakan libur bersama. Tinggal kita yang mengisi ruang itu dengan cara yang tidak merusak diri sendiri. Perusahaan juga perlu belajar. Libur bersama yang sehat akan sia-sia jika hari pertama masuk kerja sudah disambut 200 email dan meeting mendadak.

Penutup: Rehat yang Membawa Pulang Energi

Healing sejati bukan tentang seberapa jauh kamu lari, melainkan seberapa siap kamu untuk pulang. Pulang ke rutinitas dengan kepala jernih, hati tenang, dan badan segar.

Maka ubah narasinya. Jangan tanya "ke mana kamu healing?", tapi tanya "apa yang kamu recharge saat libur bersama?"  

Jika jawabanmu adalah tidur yang cukup, makan enak tanpa rasa bersalah, tertawa lepas dengan keluarga, dan bangun Senin pagi tanpa rasa takut, maka selamat. Kamu sudah paham makna libur bersama yang sebenarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: