Cegah Hantavirus Lewat Gerakan Massal Pilah Sampah dan Basmi Tikus
Sampah dapur organik yang dipisahkan atau proses pembuatan kompos di rumah.--Freepik
Sebab, sampah yang menumpuk menjadi sumber makanan tikus. Sekaligus tempat mereka berkembang biak.
Hal yang sering terlewatkan adalah kebiasaan membuang sampah tanpa memilah jenisnya. Itu yang justru mempercepat pertumbuhan populasi tikus.
Dengan memilah sampah organik dan anorganik serta memastikan pembuangan rutin, tentu akan berdampak pada penurunan populasi hewan pengerat itu.
BACA JUGA:Vaksin Hantavirus Andes Hampir Siap, Penelitian Terhenti karena Kekurangan Dana
BACA JUGA:Enam Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus Dipulangkan ke Australia

Penyakit Hantavirus memiliki gejala awal mirip influenza. --Allianz
Di berbagai daerah, program pilah sampah mulai jadi kebiasaan baru. Bank sampah, pengelolaan kompos, hingga jadwal pengangkutan yang lebih teratur.
Semua itu menjadi bagian dari perubahan sistem yang lebih besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa perubahan kecil begitu penting. Terutama di tingkat rumah tangga. Itu dapat berdampak luas bagi kesehatan masyarakat.
Komunitas lingkungan, sekolah, hingga pemerintah daerah mulai menggerakkan kampanye kebersihan. Saat ini, banyak kegiatan kerja bakti dilakukan di lingkungan permukiman.
Aktivitas gotong royong yang sempat berkurang kini kembali hidup. Sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga sanitasi lingkungan.
BACA JUGA:WHO Pastikan Tidak Ada Kematian Baru akibat Hantavirus
BACA JUGA:Dosen FK Ubaya Ungkap Faktor Penyebaran Hantavirus dan Langkah Pencegahan
Selain itu, masyarakat juga mulai memperhatikan perawatan rumah secara menyeluruh. Menutup celah rumah, memperbaiki saluran air, menjaga kebersihan dapur, serta menyimpan makanan dalam wadah tertutup.
Hal itu menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin. Langkah sederhana tersebut terbukti efektif mencegah tikus masuk ke dalam rumah.

Ilustrasi kegiatan kerja bakti.-Disway.id/Cahyono-
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: