Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman hingga Akhir Tahun
Regional CEO 2 Pupuk Indonesia Muhammad Ihwan F meninjau gudang pupuk di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung-Dokumentasi Pupuk Indonesia-
BANDUNG, HARIAN DISWAY - Tingginya serapan pupuk bersubsidi di Jawa Barat hingga pertengahan Mei 2026 menjadi perhatian serius PT Pupuk Indonesia (Persero). Perusahaan memastikan stok pupuk tetap aman dan distribusi berjalan lancar hingga akhir tahun.
Kepastian itu disampaikan Regional CEO 2 Pupuk Indonesia Muhammad Ihwan F saat meninjau langsung gudang pupuk di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa 19 Mei 2026. Yakni, di tengah meningkatnya kebutuhan petani memasuki puncak musim tanam.
Dari hasil pemantauan di lapangan, stok pupuk bersubsidi dinilai masih memadai untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung.
Menurut Ihwan, tingginya penebusan pupuk subsidi menunjukkan aktivitas pertanian di Jawa Barat berjalan cukup baik. Apalagi Jawa Barat selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional dengan kebutuhan pupuk yang besar setiap musim tanam.
BACA JUGA:Serapan Pupuk Bersubsidi di Jabar Tinggi, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman hingga Akhir Tahun

Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat sebanyak 30.671 ton.-Dokumentasi Pupuk Indonesia-
Hingga 18 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Barat tercatat mencapai 405.038 ton atau sekitar 37,82 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 1.070.997 ton.
Penyaluran tersebut terdiri atas pupuk Urea sebanyak 205.384 ton, NPK 198.282 ton, ZA 179 ton, serta pupuk organik 1.193 ton.
Di Kabupaten Bandung, realisasi penyaluran telah mencapai 14.244 ton atau sekitar 32,23 persen dari total alokasi 44.200 ton. Rinciannya meliputi Urea 7.625 ton, NPK 6.534 ton, dan pupuk organik 114 ton.
“Realisasi ini masih berada di jalur yang tepat. Pupuk mengalir sampai ke petani tanpa kendala. Kami optimistis kebutuhan petani di Jawa Barat bisa terpenuhi hingga akhir tahun,” ujar Ihwan.
BACA JUGA:Harga Pupuk Meroket Imbas Penutupan Selat Hormuz, Pupuk Indonesia: Stok Aman
BACA JUGA:Budi Sulistyono: Pupuk Indonesia Harus Mampu Memperkuat Peran KUD
Ia menilai tingginya serapan pupuk subsidi tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menyederhanakan regulasi distribusi pupuk. Kini, proses penebusan menjadi lebih sederhana sehingga petani bisa lebih cepat memperoleh pupuk.
Selain itu, pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025. Kebijakan tersebut disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya antusiasme petani untuk masuk dalam sistem e-RDKK agar bisa memperoleh pupuk subsidi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: