Darurat Perokok Anak di Surabaya, Gerakan SOS Ajak Lawan Adiksi dalam Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Youth Forum ke-9 Surabaya Dorong Percepatan Penanganan Anak Adiksi Nikotin di Kampus Unair, Rabu 20 Mei 2026-Istimewa -
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) jatuh tiap 31 Mei. Semakin hari, jumlah perokok aktif bertambah. Usia para perokok pun menjadi semakin muda.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 6 juta anak di Indonesia mengalami ketergantungan terhadap nikotin. Itu artinya, upaya perlindungan terhadap anak-anak Indonesia semakin menantang.
Merespons situasi darurat tersebut, Jaringan Koalisi Save Our Surroundings (SOS) menggencarkan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya nikotin terhadap generasi muda.
Menggandeng Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), Research Group for Tobacco Control (RGTC) Universitas Airlangga, dan Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, SOS menggelar Youth Forum ke-9 di Surabaya pada Rabu, 20 Mei.
BACA JUGA:Surabaya Bersiap Menuju Kota Layak Anak, 38 Taman Aktif Sudah Dilengkapi Perabot Bermain
BACA JUGA:Surabaya Kota Layak Anak, tapi Kasus Kekerasan Masih Marak!
Forum itu menjadi wadah deklarasi kaum muda untuk melawan siasat agresif industri rokok yang mengepung ruang hidup mereka.
"Kami menyoroti maraknya iklan rokok di titik-titik strategis Kota Pahlawan, khususnya yang berada di luar ruangan," ungkap Ketua Umum IYCTC Manik Marganamahendra.
Menurutnya, meski Surabaya menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA), iklan rokok masih marak di setiap sudut jalan dan secara sistematis menyasar anak serta remaja.
"Industri rokok sengaja merancang strategi pemasaran agar dekat dengan kebutuhan orang muda. Mereka bahkan memanfaatkan taktik seperti pemberian beasiswa untuk memoles citra seolah dermawan, padahal itu strategi mengunci pasar jangka panjang," tegas Manik dalam keterangan pers yang diterima Harian Disway pada Kamis, 21 Mei 2026.
BACA JUGA:Manfaat Berhenti Merokok: Tubuh Mulai Beradaptasi dari 24 Jam Pertama hingga Setahun Kemudian
BACA JUGA:Cara Berhenti Merokok dalam 30 Hari Tanpa Stres dengan Terapi Pengganti Nikotin Alami
Senada dengan itu, Ketua Youth Forum 2026 Alifia Hera mengungkapkan adanya normalisasi iklan rokok yang dia nilai cukup membayakan di Surabaya.
Berdasar temuan di lapangan, iklan-iklan rokok justru dipasang tepat di jalur-jalur utama yang setiap hari dilewati siswa menuju sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: