Yayasan Yohanes Gabriel Menginjak 100 Tahun, Ajak Ratusan Umat Membantu Perbaikan Pendidikan Sekolah Katolik
Ratusan tamu undangan menghadiri peluncuran pilot project A New Light for Tomorrow oleh Yayasan Yohanes Gabriel untuk membantu perbaikan pendidikan sekolah Katolik. - Ilmi Bening - Harian Disway
HARIAN DISWAY - Memasuki 100 tahun, Yayasan Yohanes Gabriel menjadi sarana bagi keuskupan Surabaya untuk melihat lebih dalam karya misi gereja untuk pendidikan. Untuk itu, Yayasan Yohanes Gabriel melaksanakan rebranding and launching pilot project school dengan mengusung tema A New Light for Tomorrow.
Acara tersebut berlangsung di Mercure Surabaya Grand Mirama pada Jumat, 22 Oktober 2026. Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Ketua Dewan Pembina Yayasan Yohanes Gabriel hadir dan menyampaikan pesan khusus kepada sekitar 300 tamu undangan yang diharapkan dapat melancarkan misi tersebut.
“Banyak sekolah Katolik yang saat ini masih diperlukan masyarakat tetapi kebanyakan dari mereka ternyata tidak bisa mendapatkan akses pendidikan dengan baik,” ungkapnya. Maka, Yayasan Yohanes Gabriel dalam peringatan 100 tahun ingin mengajak para umat untuk bersama-sama membangun, menyalakan lilin baru, serta melakukan transformasi diri.
BACA JUGA:Bakti Sosial Paskah, Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Menebar Kasih dalam Keberagaman
BACA JUGA:Rabu Abu Tandai Awal Puasa Umat Katolik, Berbarengan dengan Awal Ramadan 2026
Harapannya, para umat bisa membantu re-branding dengan memperbaiki fasilitas sekolah Katolik yang berada di bawah naungan Yayasan Yohanes Gabriel, termasuk memperbaiki gaji guru.
“Sejak awal perjuangannya adalah untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, dengan regulasi dan kondisi saat ini, sekolah-sekolah ini tidak mampu untuk membayar gurunya. Sebab, murid-muridnya pun tidak mampu membayar biaya pendidikan,” tambahnya. Sebab itu, solidaritas umat Katolik sangat diperlukan untuk menunjang pendidikan mereka.
RD. Hans Koerniawan, Ketua Yayasan Yohanes Gabriel menegaskan bahwa perbaikan tidak hanya ditujukan kepada fasilitas tetapi juga mutu kualitas pendidikan sekolah Katolik.
BACA JUGA:Bedah Buku Pater Fritz Meko: Kembara Pikiran, Catatan Harian Seorang Imam Katolik
“Nilai-nilai hidup akan lebih banyak diajarkan supaya mereka bisa siap nanti ketika terjun ke masyarakat, keluarga, dan dunia kerja. Termasuk juga nanti ada peningkatan kemampuan bahasa,” ujar Romo Hans.

Model seragam sekolah terbaru Yohanes Gabriel. - Ilmi Bening - Harian Disway
Untuk saat ini, pengembangan pendidikan kebahasaan yang diajarkan ialah bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Targetnya, ada 149 sekolah di bawah Yayasan Yohanes Gabriel yang akan direhabilitasi sampai 2030. Namun, untuk tahun ini, ada 18 sekolah pertama yang diperbaiki, mulai dari Surabaya hingga Rembang.
Sebanyak 18 sekolah itu adalah yang memang memiliki murid lebih banyak sehingga lebih mudah dikembangkan. Meski demikian, itu tidak menutup kemungkinan bahwa sekolah yang akan tutup juga akan dibantu supaya aktif dan hidup kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: