Rabu Abu Tandai Awal Puasa Umat Katolik, Berbarengan dengan Awal Ramadan 2026
ABU pembakaran daun palma yang sudah diberkati, dioleskan membentuk tanda salib pada dahi umat dalam Misa Rabu Abu.--vaticantips.com
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Momentum istimewa hadir pada Rabu, 18 Februari 2026. Umat Katolik merayakan Rabu Abu yang menandai awal puasa Prapaskah selama 40 hari. Pada hari yang sama, sebagian umat muslim juga menjalani puasa hari pertama meskipun pemerintah menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.
Rabu Abu bukan sekadar misa yang dilengkapi dengan penanda pertobatan berupa olesan abu di dahi umat. Rabu Abu adalah perjalanan rohani untuk memaknai kembali hidup dan karya penyelamatan Yesus Kristus.
Karena itulah, romo dan para asisten imam yang mengoleskan abu pada dahi umat juga menyerukan pertobatan. "Bertobatlah dan percayalah pada Injil."
Vikaris Episkopal Kategorial Keuskupan Surabaya RP Ignatius Priambodo Widhi Santoso, CM, menegaskan makna berpantang dan berpuasa dalam masa Prapaskah. Menurutnya, sebagai makhluk yang punya akal budi dan hati nurani, manusia perlu berlaku tobat.
BACA JUGA:Poin-Poin Pesan Paskah Urbi et Orbi Paus Fransiskus, Serukan Persaudaraan dan Perdamaian Dunia
BACA JUGA:Wafat di Usia 88 Tahun, Paskah Jadi Kemunculan Terakhir Paus Fransiskus

ROMO PRI atau RP Ignatius Priyambodo Widhi Santoso, CM menyampaikan homili pada perayaan ekaristi. -awesome_priyambodo-Instagram
"Wujud pertobatan itu adalah pantang dan puasa yang bertujuan untuk melatih dan mengontrol hawa nafsu manusia," ungkap rohaniwan yang akrab disapa Pri itu kepada Harian Disway Selasa, 17 Februari 2026.
Selain itu, tradisi yang tertulis dalam Injil menyebutkan bahwa Yesus berpuasa dan berpantang 40 hari lamanya dengan tujuan untuk memurnikan hati.
“Seperti orang yang saya ibaratkan duduk diam. Di kanan kirinya ada klub, ada mal, ada gadget. Ia duduk diam untuk menata dirinya hadir di hadirat Allah,” kata Pri.
Baginya pemurnian hati diperlukan karena manusia pasti memiliki kelemahan dan kerapuhan. Hal itu, seringkali muncul saat manusia memiliki luka batin.
BACA JUGA:Paus Fransiskus Meninggal pada Senin Paskah, Vatikan Umumkan Ini
BACA JUGA:Paus Fransiskus Muncul di Hadapan Ribuan Umat di Vatikan, Ucapkan Selamat Paskah
Alam bawah sadar merekam masa lalu dengan balutan emosi. Hal tersebut menjadi pola yang selalu berulang. Khususnya orang-orang yang terjebak pada quarter life crisis, mid-life crisis, dan lain sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: