Rabu Abu Tandai Awal Puasa Umat Katolik, Berbarengan dengan Awal Ramadan 2026

Rabu Abu Tandai Awal Puasa Umat Katolik, Berbarengan dengan Awal Ramadan 2026

ABU pembakaran daun palma yang sudah diberkati, dioleskan membentuk tanda salib pada dahi umat dalam Misa Rabu Abu.--vaticantips.com

Berpantang dan berpuasa, menurut Pri, bisa memutus siklus tersebut. Dengan cara itu pula tujuan pemurnian hati akan tercapai.

Terpisah, Aan Anshori yang seorang aktivis pluralisme menyatakan bahwa Rabu Abu dan awal puasa Ramadan punya persamaan fundamental. Demikian pula laku pertobatan melalui puasa.

Makna puasa yang pertama, menurut Aan, adalah detoksifikasi rohani (penyucian diri). Rabu Abu yang merupakan titik awal puasa Prapaskah juga punya arti yang serius sebagaimana Ramadan.

BACA JUGA:Gereja-Gereja Simbol Toleransi di Surabaya (1): Enam Rumah Ibadah, Satu Napas

BACA JUGA:Gereja-Gereja Simbol Toleransi di Surabaya (2): Tenggang Rasa di Gereja Bersejarah

"Puasa adalah upaya serius umat manusia untuk melebur aneka kesalahan dan kenajisan yang pernah diperbuatnya," ujar laki-laki yang sering dipanggil Gus Aan itu. 

Kedua, makna puasa adalah pengendalian diri. "Tujuannya agar manusia mampu mengontrol nafsu buruknya," ujar Aan. Nafsu buruk yang dimaksud adalah korupsi yang merugikan orang lain dan dirinya. 


AAN ANSHORI atau Gus Aan mengajar Pancasila dan Agama di Universitas Ciputra, Surabaya. -gantengpolnotok-Instagram

Makna yang ketiga adalah panggilan solidaritas sosial tanpa membedakan identitas agama, etnis, suku, disabilitas, gender, maupun identitas lain. Umat Islam dan Katolik, menurut Aan, mendapatkan kesempatan untuk meneguhkan ulang panggilan tersebut. 

“Puasa Ramadan dan Rabu Abu secara praktis mendorong kita untuk bertobat dari keserakahan, eksploitasi serta ketidakpedulian pada problem sosial,” terang Aan kepada Harian Disway Selasa, 17 Februari 2026.

BACA JUGA:Gereja-Gereja Simbol Toleransi di Surabaya (3): Saudara Enam Ratus Meter

BACA JUGA:16 Tahun Melayani Umat di Indonesia, Romo Ramon Terkesan Toleransi Lintas Agamanya

Sementara itu, Keuskupan Surabaya melayani misa Rabu Abu untuk umat di Kevikepan Surabaya Selatan, Utara, dan Barat sebanyak empat kali. 

Yakni, dua kali pada pagi hari dan dua kali sore hari. Misa pertama dan kedua pukul 05.30 WIB dan 07.00 WIB. Sedangkan, misa ketiga dan keempat pada pukul 16.30 WIB dan 18.30 WIB.

Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo akan memimpin misa di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus pada misa pukul 16.30 WIB. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: