Indonesia Game Rating System (IGRS), Solusi atau Penghambat?

Indonesia Game Rating System (IGRS), Solusi atau Penghambat?

ILUSTRASI Indonesia Game Rating System IGRS), Solusi atau Penghambat?-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

KOMUNITAS gim Indonesia dihebohkan dengan munculnya rating IGRS (Indonesia Game Rating System) di platform gim Steam yang terkesan misklasifikasi. Disebut misklasifikasi karena faktanya, terdapat beberapa gim yang berisi konten darah dan kekerasan, tetapi mendapatkan rating IGRS 3+, yang artinya dapat dimainkan pemain yang berusia minimal 3 tahun. 

Meskipun telah dikonfirmasi Kementerian Komunikasi dan Digital dan akhirnya dicabut dari Steam, fenomena tersebut mengindikasikan adanya ”bug” pada sinkronisasi rating gim di Indonesia. 

Di satu sisi, rating boleh jadi dapat melindungi gamers dari ketidakcocokan konten dengan usia. Namun, di sisi lain, rating juga dapat menjadi bumerang bagi perkembangan video gim sebagai salah satu subsektor andalan industri kreatif Indonesia. Bagaimanakah rating sebaiknya disikapi?

Rating Gim di Mata Dunia

Sejatinya, sistem rating dibuat untuk memudahkan seseorang memilih gim sesuai dengan kapasitas dan usianya tanpa perlu menerka konten yang ada di dalamnya. Tiap gim memiliki pasarnya, dan setiap pengembang pasti akan dengan pintar membuat gim yang sesuai dengan pasar, entah untuk pasar anak-anak, remaja, atau dewasa. 

BACA JUGA:Sedang Jadi Perbincangan di Kalangan Gamers, Apa Itu IGRS Komdigi?

BACA JUGA:Picu Protes dari Kalangan Gamer, Komdigi Tegaskan Label IGRS di Steam Belum Terverifikasi

Rating gim itu juga sangat bermanfaat bagi orang tua untuk mengetahui apakah anaknya sudah cukup usia untuk memainkan gim yang sedang dimainkannya, meskipun itu juga memerlukan literasi digital yang cukup baik. 

Persoalan rating gim tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga telah menjadi fenomena global. Rating gim yang paling umum digunakan di dunia adalah Entertainment Software Rating Board (ESRB) yang diterbitkan Entertainment Software Association, sebuah organisasi nirlaba dan independen pada 1994. ESRB hanya digunakan untuk mengukur gim di kawasan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. 

Tujuan utama ESRB, sama dengan pemberlakuan sistem rating yang lain, adalah membantu konsumen – terutama orang tua– membuat pilihan yang tepat mengenai permainan yang dimainkan keluarga mereka. Sistem rating ESRB secara garis besar dibagi menjadi 2 (dua): rating pending (RP) dan published

Kategori RP hanya berlaku untuk media promosi gimnya, tetapi published rating berlaku apabila gimnya sudah rilis. Published rating dibagi menjadi lima kategori: everyone (untuk semua orang), everyone 10+ (10 tahun ke atas), teen (13 tahun ke atas), mature (17 tahun ke atas), dan adult (18 tahun ke atas).   

Selain di Amerika Serikat, salah satu sistem rating video gim yang cukup berpengaruh adalah di Eropa. Pan European Game Information (PEGI) mengatur sistem rating video gim di 38 negara di Eropa. Sistem rating itu memiliki tujuan yang sama dengan ESRB, yaitu memberikan informasi kepada orang tua tentang konten video gim yang dimainkan sesuai dengan usia pemainnya. 

Kriterianya dibagi menjadi lima dengan pertimbangan pada konten kekerasan, penggunaan bahasa, perjudian, ketakutan/horor, seks, penggunaan obat, alkohol dan rokok ilegal, serta diskriminasi dan pembelian item dalam gim. PEGI dibagi menjadi PEGI 3, PEGI 7, PEGI 12, PEGI 16, PEGI 18, dan PEGI! yang semuanya dibagi berdasar intensitas konten yang menjadi pertimbangan.

Selain Amerika Serikat dan Eropa, sistem rating dikembangkan di Australia (Australian National Classification Scheme) pada 2012 dan Korea Selatan (The Game Ratings and Administration Committee) pada 2013. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: