Perampok Diduga Lemparkan Korban Wanita dari Flyover Bogor: Cara Baru Pembunuhan

Perampok Diduga Lemparkan Korban Wanita dari Flyover Bogor: Cara Baru Pembunuhan

ILUSTRASI Perampok Diduga Lemparkan Korban Wanita dari Flyover Bogor: Cara Baru Pembunuhan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Dari kondisi mata korban yang tertutup kain, diduga pelaku sudah niat mematikan korban dengan cara itu. Seandainya mata tidak ditutup, bisa dibayangkan jeritan korban di gelap malam itu. Sangat menarik perhatian masyarakat.

Cara itu mirip cara mafia Amerika Serikat membunuh korban. Biasanya sebagai gertakan, tetapi ada yang sungguhan.

Dikutip dari AETV, 30 September 2025, berjudul Why Killers Choose Specific Murder Methods, karya Amanda Kippert, diungkapkan aneka cara pembunuh mengeksekusi korban.

Disebut beberapa pembunuh terkenal. Unik-unik. Antara lain, John Wayne Gacy menyukai pencekikan. Ia melilitkan tali di leher korban, lalu mengikatnya ke palu dan memelintirnya hingga korban mati lemas. 

Ed Gein biasa menembak korban sebelum menggunakan pisau untuk mengupas kulit tubuh korban yang sudah mati. Kulit manusia itu (yang sudah diolah) diserahkan ke tukang jahit untuk dijadikan baju.

Ted Bundy memukuli korban dengan linggis terlebih dahulu sebelum melakukan pelecehan seksual ke mereka.

H.H. Holmes, pembunuh yang pemilik hotel di Chicago, Amerika Serikat (AS), memilih gas beracun sebagai metode pembunuhan. Ia membunuh sekitar 200 korban di hotel yang ia buka di Chicago pada 1893, yang kemudian dijuluki The Murder Castle. Ia memenuhi kamar tamu dengan uap mematikan atau menyelipkan sesuatu kepada para tamu.

Mengapa begitu variatif? Jawabnya, berdasar hasil wawancara AETV dengan pakar, bergantung kepuasan pelaku. 

Prof Eric Beauregard, guru besar kriminologi Simon Fraser University, Vancouver, Kanada, kepada AETV mengatakan, pembunuhan dengan mencekik cenderung bersifat pribadi. 

Menurutnya, pembunuh sangat mungkina tidak ingin melepaskan diri dari perbuatan tersebut dengan mundur dan menembakkan senjata. Pembunuh merenggut nyawa korban dengan cara yang dekat dan personal.

Beauregard: ”Sebagian besar pembunuh jenis ini menikmati kontak pribadi dan fakta bahwa merekalah yang menyebabkan kematian. Pembunuh merasa berkuasa dan pegang kendali.” 

Di AS kebanyakan pembunuhan dengan senjata api. Sebab, masyarakat boleh memiliki senpi.

Penusukan senjata tajam paling sering digunakan di negara-negara yang menerapkan undang-undang senjata api yang ketat. Misalnya, Tiongkok, Jepang, Jerman, dan Inggris, tercatat jauh lebih banyak pembunuhan dengan penusukan daripada di AS.

Juga, pisau lebih mudah didapatkan daripada senjata api. Pisau mudah ditemukan (sebagian besar rumah memiliki beberapa), mudah digunakan, dan mudah disembunyikan. 

Racun adalah pilihan para pembunuh dengan latar belakang medis. Dalam sebuah wawancara tahun 2020, Joni Johnston, psikolog forensik dan penyelidik swasta di AS, mengatakan kepada A&E, racun lebih sering menjadi pilihan para pembunuh di kalangan profesi medis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: