FIA Resmi Larang Aerodinamika Aktif di GP Monaco, Insinyur F1 Putar Otak!
Sayap belakang "Macarena" milik tim Scuderia Ferrari, sebuah teknologi yang mencuri perhatian di Formula 1 2026.--Twitter M Sports @MSports_all
HARIAN DISWAY - FIA resmi mencoret penggunaan sistem aerodinamika aktif di Grand Prix Monaco, sebuah keputusan krusial yang memaksa para insinyur Formula 1 memutar otak dan mengubah strategi balap secara menyeluruh di sirkuit jalan raya paling ikonik di dunia.
Para pembalap Formula 1 dipastikan tidak akan bisa menggunakan sistem aerodinamika aktif selama pekan balap Grand Prix Monaco. Federasi Otomotif Internasional (FIA) telah memutuskan bahwa sirkuit jalan raya ikonik tersebut tidak akan memiliki zona mode lurus (straight mode).
Sebagai bagian dari regulasi baru tahun 2026, mobil-mobil F1 kini dilengkapi dengan sayap depan dan belakang yang dapat diaktifkan secara manual. Sistem ini dirancang untuk mengurangi hambatan udara (drag) saat mobil melaju di trek lurus.
Prinsip kerjanya cukup sederhana: pembalap akan mengubah posisi sayap menjadi rata di area lintasan lurus yang sudah ditentukan oleh FIA. Setelah itu, sayap akan kembali ke posisi normal (terangkat) saat memasuki tikungan untuk menghasilkan gaya tekan ke bawah (downforce) yang maksimal.
Namun, layout lintasan untuk GP Monaco mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sirkuit tersebut sama sekali tidak memiliki zona lintasan lurus yang cukup ideal untuk mengaktifkan fitur ini.
Padahal, jika melihat sejarahnya, ada beberapa titik di lintasan Monaco yang secara teori bisa digunakan untuk membuka sayap. Sebagai contoh, pada era regulasi sebelumnya, sistem DRS (Drag Reduction System) yang membuka bilah sayap belakang tetap diizinkan digunakan di trek lurus pendek antara garis start dan finish.
BACA JUGA:Mercedes Memanas! Toto Wolff Bakal Rem Persaingan Russell vs Antonelli Sebelum Telat
BACA JUGA:Sisi Kelam Kemenangan Mercedes: Frustrasi George Russell Berujung Sanksi Finansial
Kriteria Ketat FIA
Melansir laporan dari The Race, keputusan FIA untuk meniadakan zona mode lurus di Monaco didasarkan pada karakteristik sirkuit yang tidak memenuhi kriteria standar mereka.
Badan pengatur balap dunia tersebut menegaskan bahwa mode lurus hanya boleh diaktifkan di area di mana mobil tidak sedang beroperasi pada batas maksimal cengkraman (grip) ban.
Aturan itu tidak hanya berlaku untuk beban lateral saat menikung, tetapi juga pada zona traksi dan pengereman, di mana pengaktifan atau penonaktifan mode lurus secara mendadak bisa mengganggu stabilitas mobil.
Monaco sendiri dipenuhi area sirkuit yang sangat menuntut traksi dan pengereman maksimal. Faktor inilah yang menjadi pertimbangan utama FIA.

Tikungan patah khas sirkuit Monaco, akan jadi tantangan pertama Mobil era baru Formula 1 2026--Twitter SpeedCafe.com @SpeedCafe
Selain masalah stabilitas, ada regulasi mengenai durasi minimum. FIA menetapkan bahwa setiap zona mode lurus harus bisa diaktifkan setidaknya selama lebih dari 'tiga detik'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: