Iduladha dan Perputaran Ekonomi Umat
ILUSTRASI Iduladha dan Perputaran Ekonomi Umat.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
IDULADHA merupakan salah satu peristiwa keagamaan terbesar bagi umat Islam. Namun, IDULADHA sejatinya bukan hanya tentang ibadah spiritual dan penyembelihan hewan kurban. Di balik gema takbir dan distribusi daging kurban, terdapat perputaran ekonomi yang sangat besar dan menyentuh banyak lapisan masyarakat.
Dalam waktu yang relatif singkat, aktivitas ekonomi meningkat signifikan, mulai sektor peternakan, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Iduladha dapat dipandang sebagai momentum penggerak ekonomi umat yang sangat nyata. Efek ekonominya bahkan tidak kalah besar bila dibandingkan dengan momentum hari besar lainnya. Bedanya, perputaran ekonomi Iduladha memiliki karakter distribusi yang lebih kuat karena manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat bawah.
Besarnya aktivitas ekonomi tersebut terlihat dari tingginya kebutuhan hewan kurban nasional. Pada 2026, Kementerian Pertanian mencatat potensi ketersediaan hewan kurban mencapai 3,24 juta ekor, sedangkan kebutuhannya diperkirakan sekitar 2,35 juta ekor. Sebagai gambaran, Baznas juga mencatat potensi ekonomi kurban nasional pada 2025 mencapai sekitar Rp34,85 triliun.
BACA JUGA:Iduladha dalam Kacamata Psikologi: Seni Keikhlasan dan Pengendalian Ego
BACA JUGA:Spirit Iduladha, Katalisator Intoleransi Ekonomi
Angka itu menunjukkan bahwa Iduladha bukan hanya momentum ibadah, melainkan juga penggerak ekonomi besar yang melibatkan peternak, pedagang, jasa transportasi, UMKM, hingga masyarakat penerima manfaat.
Dalam beberapa pekan menjelang Iduladha, aktivitas jual beli hewan kurban meningkat drastis di berbagai daerah. Lapak penjualan sapi dan kambing bermunculan di pinggir jalan, pasar hewan menjadi lebih ramai, dan mobilitas distribusi ternak meningkat tajam.
Situasi itu menunjukkan bahwa Iduladha menjadi penggerak ekonomi musiman yang mampu menciptakan perputaran uang dalam jumlah besar.
Perputaran ekonomi tersebut tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga menjangkau desa-desa sentra peternakan. Banyak peternak kecil yang selama berbulan-bulan mempersiapkan ternaknya untuk dijual saat Iduladha.
BACA JUGA:Kisi Fondasional: Iduladha dan Perubahan Akhlak
BACA JUGA:Soal Sapi Kurban Prabowo dari APBN, Menag: Saat Iduladha Tidak Boleh Ada Orang Kelaparan
Bagi sebagian peternak, momentum itu bahkan menjadi sumber pendapatan terbesar dalam satu tahun. Tidak sedikit peternak yang menggantungkan keberlangsungan usaha mereka pada tingginya penjualan saat musim kurban.
Karena itu, meningkatnya permintaan hewan kurban menjelang Iduladha memberikan dampak positif bagi peternak lokal. Harga jual ternak cenderung naik seiring tingginya kebutuhan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: