Imbas Konflik Upah Lembur, Puluhan Gerai Indomaret di Jember hingga Banyuwangi Tutup
Salah satu Indomaret Tutup di Kabupaten Jember, Senin 1 Juni 2026-FSPMI Jember-
JEMBER, HARIAN DISWAY – Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Jember angkat bicara terkait dinamika kerja pada hari libur nasional bagi para karyawan toko Indomaret, Senin 1 Juni 2026.
FSPMI menegaskan komitmennya untuk mengawal hak-hak pekerja di wilayah Tapal Kuda, meliputi Jember, Lumajang, Probolinggo, dan Banyuwangi.
Konsulat Cabang FSPMI Jember, Novi Cahyo Hariadi, mengungkapkan bahwa ada puluhan toko yang tutup di wilayah-wilayah tersebut selama dua hari ini. Persoalan terjadi lantaran manajemen belum memastikan bahwa hak pekerja tetap dibayarkan melalui upah lembur.
Novi mengatakan, sebelumnya pihak serikat pekerja telah menjalin komunikasi langsung dengan Branch Manager Indomaret. Pertemuan tersebut terjadi pada Kamis pekan lalu.
Novi menjelaskan bahwa salah satu poin krusial yang disepakati para pekerja di tingkat akar rumput adalah penolakan terhadap sistem kerja yang diterapkan oleh manajemen. Para pekerja menuntut agar mereka yang masuk kerja pada hari libur nasional tetap menerima upah lembur.
BACA JUGA:Ringankan Beban Ekonomi, Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp901 Juta untuk Buruh Rokok di Bojonegoro
BACA JUGA:Komunikasi Simbiotik dan Kedaulatan Buruh di Era Digital
”Tapi pihak manajemen ternyata memilih untuk tetap pada skema awal. Yakni karyawan tetap diminta masuk di hari libur nasional dan diganti libur di hari biasa,” kata Novi kepada Harian Disway, Senin siang.
Kondisi itu jelas melanggar UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
"Pasal tersebut jelas mengatur bahwa pekerja bisa masuk di hari libur atas keinginan sendiri dan mendapatkan upah lembur,” katanya. Dalam UU tersebut, tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa hari libur nasional bisa diganti pada hari aktif.
Kondisi itu membuat perusahaan tidak bisa memaksa pekerja untuk tetap bekerja pada hari libur nasional.
Terkait kondisi di wilayah Jember, Novi mengatakan bahwa ada sekitar 30 toko yang tutup selama dua hari ini. Kondisi tersebut juga terjadi di Lumajang, Probolinggo, dan Banyuwangi. ”Ada sekitar 20-30 toko di setiap wilayah yang tutup dua hari ini,” katanya.
BACA JUGA:Prabowo Sebut Museum Buruh Marsinah di Nganjuk Peristiwa Langka di Dunia
BACA JUGA:Presiden Prabowo Resmikan Museum Pahlawan Buruh Marsinah di Nganjuk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: