NVIDIA Isaac GR00T Resmi Diperkenalkan, Platform Robot Humanoid AI dengan GPU Blackwell
Tampilan robot Isaac Gr00t yang dikembangkan oleh Nvidia. --Engadget
HARIAN DISWAY - NVIDIA memperkenalkan inovasi terbaru: Isaac GR00T Developer Platform.
Itu merupakan platform pengembangan robot humanoid. Dirancang untuk mempercepat riset dan inovasi di bidang robot AI generasi berikutnya.
Platform itu menjadi langkah besar NVIDIA dalam membangun ekosistem robot humanoid terbuka. Sehingga dapat digunakan oleh universitas, laboratorium penelitian, hingga perusahaan teknologi di seluruh dunia.
Dengan dukungan AI generatif, sensor canggih, dan komputasi berperforma tinggi, Isaac GR00T diharapkan mampu menjadi fondasi bagi pengembangan robot yang semakin mirip manusia.
BACA JUGA:GPU Buatan China Resmi Meluncur, Lisuan LX 7G100 Siap Tantang Dominasi NVIDIA dengan VRAM 12GB
BACA JUGA:Nvidia Tegaskan Produksi dan Layanan Shield TV Terus Berlanjut, Perangkat Baru Masih Mungkin Hadir
Menggunakan Robot Humanoid Unitree H2

Robot humanoid dikembangkan oleh NVIDIA untuk kebutuhan riset masa depan. --NVIDIA
NVIDIA membangun platform Isaac GR00T menggunakan chassis robot humanoid Unitree H2. Itu merupakan salah satu robot humanoid terbaru yang memiliki tinggi hampir 180 sentimeter atau sekitar 6 kaki.
Robot tersebut memiliki bobot sekitar 68 kilogram (150 pon) dan dibekali 31 derajat kebebasan gerak (degrees of freedom).
Itu memungkinkan pergerakan tubuh robog dapat lebih fleksibel. Juga lebih natural dibandingkan robot konvensional.
Menurut informasi dari Unitree Robotics, model H2 dipasarkan dengan harga sekitar USD29.900 atau setara Rp532 juta.
BACA JUGA:NVIDIA N1 dan N1X Siap Debut, Tantang Dominasi Windows-on-Arm
BACA JUGA:CEO Invidia Jensen Huang Sebut Pekerjaan Tukang Listrik dan Tukang Kayu Jadi Tulang Punggung Era AI
Selain Unitree H2, platform itu juga mendukung robot humanoid yang lebih terjangkau. Yaitu Unitree G1. Sehingga para peneliti memiliki lebih banyak pilihan perangkat keras sesuai kebutuhan dan anggaran.
Salah satu komponen paling menarik dari Isaac GR00T adalah penggunaan Sharpa Wave Tactile Hand. Yakni tangan robot lima jari yang memiliki 22 derajat kebebasan gerak.
Tangan itu dirancang untuk meniru kemampuan manipulasi objek seperti manusia. Sensor sentuh yang tertanam memungkinkan robot mengenali tekanan, tekstur, hingga bentuk benda yang dipegang.
Kemampuan tersebut sangat penting untuk berbagai aplikasi masa depan. Mulai dari industri manufaktur, layanan kesehatan, hingga robot asisten rumah tangga.
BACA JUGA:Nvidia di Tengah Tudingan Anti-Monopoli dan Larangan Tiongkok atas Chip AI
BACA JUGA:DeepSeek Didukung Pemerintah Tiongkok, Pukulan Berat Bagi Nvidia
Sensor Lengkap untuk Memahami Lingkungan

Jensen Huang selaku CEO NVIDIA menjelaskan tentang inovasi terbaru robot Isaac Gr00t. --Straitstimes
Untuk memahami lingkungan sekitar secara lebih akurat, Isaac GR00T dibekali berbagai sensor modern.
Robot itu menggunakan kamera stereo yang dipasang di kepala. Kamera tersebut menghasilkan persepsi tiga dimensi terhadap lingkungan.
Selain itu, terdapat kamera tambahan pada bagian pergelangan tangan robot. Kegunaannya untuk membantu proses manipulasi objek secara presisi.
Sistem juga dilengkapi Inertial Measurement Unit (IMU). Berfungsi memantau orientasi dan pergerakan tubuh robot secara real-time.
BACA JUGA:Menanti Gaharnya Laptop NVIDIA RTX 40-Series
BACA JUGA:Honor Win Turbo Resmi Meluncur dengan Baterai 10.000mAh dan Sertifikasi IP69K
Dengan kombinasi sensor tersebut, robot dapat bergerak lebih stabil, mengenali objek dengan lebih baik, serta berinteraksi secara aman dengan manusia.
Di balik kecerdasannya, Isaac GR00T mengandalkan modul komputasi NVIDIA Jetson AGX Thor T5000 yang menggunakan arsitektur GPU terbaru NVIDIA Blackwell.
Platform itu membawa 128GB unified memory dan konsumsi daya yang dapat dikonfigurasi antara 40 hingga 130 watt.
Kombinasi tersebut memungkinkan robot menjalankan model AI kompleks langsung di perangkat. Tanpa harus selalu terhubung ke server cloud.
BACA JUGA:Elon Musk Ungkap Tesla Sedang Mengerjakan Robot Humanoid
BACA JUGA:Ami-chan, Cucu Robot Kecil untuk Redakan Kesepian Lansia di Jepang
Kemampuan komputasi tinggi itu menjadi kunci dalam menjalankan model fondasi GR00T N1. Teknologi itu pertama kali diperkenalkan NVIDIA pada Maret 2026.
Fokus pada Ekosistem Terbuka
Dalam presentasi resmi NVIDIA, robot fisik tidak diperlihatkan secara langsung. Sebaliknya, CEO NVIDIA Jensen Huang menekankan bahwa Isaac GR00T merupakan platform pengembangan terbuka. Dapat dimanfaatkan oleh berbagai institusi penelitian.
Beberapa organisasi yang telah mengadopsi platform itu antara lain Stanford Robotics Center, ETH Zurich, UC San Diego, dan Ai2.
Direktur Eksekutif Stanford Robotics Center Steve Cousins menyebut bahwa inovasi robotika akan berkembang lebih cepat.
BACA JUGA:Hyundai Ingin Mengubah Segalanya Menjadi Robot
BACA JUGA:Robot Avatar dapat Membantu Anak di Jerman Tetap Bersekolah Ketika Sakit
Terutama ketika para peneliti dapat berbagi kode, membangun di atas platform terbuka, dan menguji ide mereka pada perangkat nyata.
Dengan strategi tersebut, NVIDIA tampaknya ingin menjadikan Isaac GR00T sebagai standar baru dalam pengembangan robot humanoid berbasis AI. robot yang mampu mempercepat lahirnya generasi robot cerdas di masa depan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: