Teddy Bela Intensitas Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Ini Alasannya!

Teddy Bela Intensitas Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Ini Alasannya!

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka suara soal intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sebagian pihak terlalu sering. (Disway.id/Anisha)-disway.id/anisha aprilia-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjawab kritik yang menyoroti tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto selama memimpin Indonesia.

Menurut Teddy, agenda lawatan internasional Presiden bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi diplomasi untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Teddy menjelaskan hubungan antarnegara tidak bisa dibangun secara instan ketika sebuah krisis terjadi. Karena itu, kedekatan dengan para pemimpin dunia perlu dirawat sejak awal melalui berbagai pertemuan bilateral maupun forum internasional.

BACA JUGA:Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Presiden Prabowo Serukan Kemandirian Bangsa

BACA JUGA:Prabowo Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Almarhum Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan

"Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak," kata Teddy dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, diplomasi tidak selalu berlangsung di depan publik. Banyak komunikasi penting yang dilakukan secara tertutup untuk membangun kepercayaan dan hubungan personal antar kepala negara.

"Kita harus panen hubungan yang baik lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya. Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin baik secara langsung diliput media ataupun tertutup," ujar dia.

BACA JUGA:AHY Resmi Gantikan Luhut Pimpin Komite Whoosh, Prabowo Rombak Struktur Pengawas Kereta Cepat Jakarta-Bandung

BACA JUGA:Prabowo Tiba di Tanah Air, Bawa Pulang Kesepakatan Dagang Rp61 Triliun dari Prancis

Karena itu, Teddy menilai anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya bertujuan pencitraan atau menunjukkan gengsi merupakan penilaian yang tidak tepat.

"Itulah diplomasi. Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan atau seremonial. Kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," imbuhnya.

Teddy Beberkan Hasil Diplomasi Prabowo

Teddy kemudian memaparkan sejumlah capaian yang menurutnya merupakan hasil nyata dari diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo.

Salah satunya adalah keberhasilan Indonesia bergabung dengan BRICS yang dinilai memperkuat posisi strategis Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: