Memanas! Iran Ancam Buka Front Baru dan Tutup Bab El-Mandeb

Memanas! Iran Ancam Buka Front Baru dan Tutup Bab El-Mandeb

Militer Iran ancam akan membuka front perang baru dan menutup Selat Bab El-Mandeb -Fars News Agency -

HARIAN DISWAY - Angkatan Bersenjata Iran bersama seluruh kekuatan Poros Perlawanan (Axis of Resistance) menyatakan tekad bulat untuk membuka front-front pertempuran baru di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini diambil sebagai respons atas berlanjutnya aksi militer Israel di Gaza dan Lebanon yang dinilai telah melanggar kesepakatan gencatan senjata di semua lini.

Melalui pesan yang disiarkan oleh televisi negara, badan intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa tindakan musuh yang melewati batas aman di Lebanon dan Gaza sama saja dengan memicu "perang langsung". (direct war). 

Belum jelas apa yang dimaksud dengan perang langsung oleh IRGC. Yang jelas, selama ini Iran berperang dengan Israel secara "tidak langsung" dengan mengandalkan proksi berupa kelompok-kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hizbullah. 

Militer Iran menyatakan bertekad untuk mempertahankan "kartu Selat Hormuz" (Hormuz equation) dalam genggaman mereka. Tapi dalam waktu bersamaan siap membuka front-front pertempuran lainnya di Timur Tengah. 

BACA JUGA:Perang Berlanjut! Iran Tangguhkan Semua Komunikasi Diplomatik dengan AS

BACA JUGA:Negosiasi Alot, Trump Justru Perketat Tuntutan AS dalam Proposal Damai dengan Iran

Front baru ini termasuk melakukan pemblokiran di Selat Bab El-Mandeb yang berada di pintu masuk Laut Merah. Bab El-Mandeb merupakan jalur perdagangan utama dari Asia-Pasifik menuju Eropa. Sekitar 10 hingga 13 persen lalu lintas petikemas dunia melewati laut merah yang ada di belakang "pintu" Bab El-Mandeb. Jika Mandeb dan Hormuz ditutup bersamaan, maka ekonomi dunia akan terguncang hebat. 


Peta yang menunjukkan lokasi Selat Bab el-Mandeb. Selat tersebut menjadi salah satu alasan hubungan antara Houthi dan Iran. -Serambi News-Global Security

Langkah penutupan Bab El-Mandeb ini berpotensi melibatkan sekutu Teheran di Yaman, yaitu kelompok Ansarullah (Houthi), yang sebelumnya sering melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut. Blokade total pada jalur ini diprediksi dapat mengganggu ekspor jutaan barel minyak harian dari Arab Saudi yang biasa dikirim melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

BACA JUGA:Iran Tolak Garis Merah Donald Trump: Kami Tidak Bisa Didikte

BACA JUGA:Trump Tetapkan 4 Garis Merah dalam Negosiasi dengan Iran: Nuklir Harus Musnah, Tak Ada Pencairan Aset

Serangan ke Kapal Kargo 


Tangkapan layar menunjukkan lubang besar di lambung kapal kargo MSC Sariska setelah sebuah serangan drone-Press TV-

Di tengah ancaman perluasan konflik tersebut, sebuah insiden fatal dilaporkan terjadi di wilayah perairan Teluk. Badan operasi perdagangan maritim Inggris, UKMTO, mengonfirmasi adanya ledakan besar di sebuah kapal kargo di lepas pantai Irak setelah dihantam oleh proyektil yang awalnya tidak dikenal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: