Kurban Presiden: Antara Syiar Negara dan Amanah Publik

Kurban Presiden: Antara Syiar Negara dan Amanah Publik

ILUSTRASI Kurban Presiden: Antara Syiar Negara dan Amanah Publik .-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Karena itu, yang perlu terus dijaga bukan sekadar besar atau kecilnya anggaran, melainkan integritas pengelolaannya, ketepatan sasarannya, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Kritik tetap penting sebagai bentuk kontrol publik, tetapi apresiasi terhadap kebijakan yang membawa maslahat juga merupakan bagian dari sikap objektif yang diajarkan Islam.

Di tengah perbedaan pandangan yang mungkin muncul, semoga kita semua dapat menempatkan persoalan ini dalam bingkai ilmu, adab, dan kemaslahatan bersama. Sebab, tujuan akhir syariat bukanlah memperbanyak perdebatan, melainkan menghadirkan keadilan, menjaga amanah, dan mewujudkan kesejahteraan umat.

Semoga setiap kebijakan yang lahir di negeri ini senantiasa berlandaskan amanah, berpijak pada keadilan, serta menghadirkan manfaat yang seluas-luasnya bagi rakyat. Semoga perbedaan pandangan yang ada tidak menjadi sebab perpecahan, tetapi menjadi sarana untuk semakin memperkaya khazanah ijtihad dan memperkuat persaudaraan kebangsaan kita. Wallāhu a’lam bi al-ṣawāb. (*)

*) Shofiyullah Muzammil, pemerhati hukum dan kebijakan publik, guru besar filsafat hukum Islam, UIN Sunan Kalijaga, dan pengasuh Pesantren Mahasiswa PPM AL-ASHFA, Yogyakarta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: