Dahlan Iskan Beber Penyebab Rupiah Merosot, Sebut Momen Pertaruhan Besar bagi Prabowo
Dahlan Iskan mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan rupiah terus melemah menjadi pertaruhan besar Presiden Prabowo.-YouTube DI's Way-
Kondisi tersebut mempersempit ruang bagi pemerintah untuk menambah utang luar negeri karena suku bunga yang semakin mahal.
BACA JUGA:BI Terapkan 7 Strategi untuk Menahan Laju Pelemahan Rupiah
Faktor Emosional Pasar dan Kebijakan Negara
Selain persoalan teknis, Dahlan juga menekankan adanya faktor emosional atau sentimen negatif yang menciptakan iklim ketidakpastian.
Pelaku usaha dan konglomerat besar dilaporkan mulai menahan investasi serta belanja mereka di Indonesia.
Salah satu kebijakan yang memicu keraguan di kalangan investor adalah rencana pengambilalihan atau pengendalian ketat aktivitas ekspor komoditi utama.
Misalnya seperti batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan besi paduan (alloy), melalui satu pintu oleh badan negara, Danantara.
BACA JUGA:IHSG Kena Imbas Rupiah Anjlok, Turun 4,11 Persen ke Level 5.941
BACA JUGA:Ketergantungan Impor Tinggi, DPR Ingatkan Pelemahan Rupiah Bisa Berdampak ke Sektor Pangan
"Pengusaha ragu apakah badan pemerintah mampu mengendalikan urusan ekspor yang rumit, birokratis, dan menuntut ketelitian tinggi seperti yang biasa dilakukan oleh sektor swasta. Ketidakpastian inilah yang membuat mereka enggan mengambil keputusan investasi baru," tuturnya.
Kondisi itu lantas diperberat oleh ketegangan geopolitik. Muncul laporan bahwa negara pembeli utama seperti Tiongkok mulai mengurangi impor batu bara dari Indonesia akibat ketidakpuasan terhadap beberapa arah kebijakan politik dan militer domestik.
Pertaruhan Besar Presiden Prabowo
Di tengah situasi ekonomi yang menantang dan kejatuhan rupiah, langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai sebuah pertaruhan besar yang berisiko tinggi (high risk).
Menurut Dahlan, Prabowo kemungkinan melihat bahwa model pembangunan ekonomi lama yang diterapkan sepanjang 10 tahun terakhir gagal membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Hal itu terlihat dari pendapatan per kapita rakyat yang masih tertahan di bawah kisaran 5.000 dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Terancam Tembus Rp20.000 per Dolar AS! Analis Sebut Akibat Efek Domino Sentimen Pasar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: