Memahami Perlawanan terhadap Imunisasi (2)
ILUSTRASI Memahami Perlawanan terhadap Imunisasi (2).-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Hal keempat adalah paradoks kesuksesan vaksin. Ketika vaksin menjalankan tugasnya dengan baik karena kualitas yang bagus serta cakupan yang tinggi, orang tidak lagi melihat penyakit yang ditakuti.
Itu adalah kelaziman yang dapat diramalkan sebelumnya dan terjadi di seluruh dunia. Sebagai kelanjutannya, sebagian orang merasa tidak perlu lagi divaksin karena ketakutan menjadi sakit sudah berkurang secara drastis.
Paradoks itu terjadi berulang kali di banyak tempat, baik di negara maju maupun berkembang. Alasan kelima menyangkut aspek agama dan budaya. Di negara seperti AS ada beberapa kelompok ortodoks yang menolak imunisasi dalam berbagai bentuknya.
Dahulu alasan itu diterima dengan baik dan pemerintah melakukan penyesuaian aturan. Namun, pada saat pandemi, terjadi banyak perubahan sehingga untuk kepentingan banyak orang beberapa alasan pribadi menyangkut agama dan budaya tersebut bisa dibatalkan. (*)
*) Dominicus Husada, guru Besar dalam ranting ilmu Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dari FK Unair/RSUD dr Soetomo, Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: