Berkat PNM Mekaar, Warung Sembako Niken di Semarang Naik Kelas
Kisah inspiratif Niken Tiwi Arni di Semarang yang berhasil mengembangkan warung sembako berkat dukungan pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group.-Dok. BRI-
SEMARANG, HARIAN DISWAY – Ketekunan dalam menjalankan usaha, didukung akses pembiayaan yang tepat dan program pemberdayaan berkelanjutan, menjadi kunci bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang dan naik kelas.
Hal tersebut tercermin dari perjalanan inspiratif Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang berhasil mengembangkan usahanya melalui dukungan PNM Mekaar sebagai bagian dari ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group.
Berawal dari warung sembako sederhana dengan pilihan produk yang terbatas, Niken memiliki tekad untuk membangun usaha yang mampu menjadi penopang ekonomi keluarga.
BACA JUGA:BRImo Permudah Registrasi Nasabah di 15 Negara, Buka Rekening BRI Online Kini Semakin Fleksibel
Baginya, ketersediaan stok barang yang lengkap merupakan faktor penting untuk mempertahankan pelanggan dan meningkatkan penjualan.
“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya warung sembako biasa. Tapi saya ingin warung ini bisa lebih lengkap, supaya pelanggan tidak perlu ke tempat lain,” ujar Niken.
Keinginan untuk mengembangkan usaha kemudian membawanya mengenal program PNM Mekaar melalui rekomendasi tetangga. Dari sana, ia mulai mengikuti berbagai kegiatan pendampingan dan pertemuan kelompok bersama nasabah lainnya.
Kesungguhan Niken dalam mengembangkan usaha membuatnya memperoleh dukungan permodalan awal dari PNM Mekaar pada 2019 yang kemudian dimanfaatkan untuk memperkuat usaha secara bertahap.
Tak hanya mendapatkan akses pembiayaan usaha mikro, Niken juga memperoleh pendampingan intensif yang membantunya memahami pengelolaan usaha secara lebih baik.
BACA JUGA:Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta, Dorong UMKM Naik Kelas hingga April 2026
BACA JUGA:Teras Kapal BRI Layani Masyarakat Kepulauan, Bukti Nyata Implementasi CX100 Danantara
Melalui program pemberdayaan tersebut, ia belajar mengatur stok barang, menjaga perputaran modal, hingga memahami pola belanja masyarakat di lingkungan sekitar.
Dukungan modal dan pendampingan yang diterima mulai menunjukkan hasil positif. Warung sembako miliknya berkembang, jumlah pelanggan terus bertambah, dan usahanya semakin dikenal sebagai salah satu tempat belanja kebutuhan sehari-hari di lingkungan tempat tinggalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: