Marcus Rashford Kembali ke Man United, Barcelona Tak Ambil Opsi Permanen
Rashford berpeluang meninggalkan Manchester United, sementara Barcelona masih mempertimbangkan opsi pembelian permanen.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Masa depan Marcus Rashford di Barcelona tampaknya sudah menemui titik akhir.
Klub asal Catalunya itu dikabarkan memutuskan untuk tidak mempermanenkan status sang pemain setelah masa peminjamannya selesai pada musim panas ini.
Keputusan tersebut muncul setelah Barcelona sukses mengamankan transfer Anthony Gordon.
Kedatangan winger Newcastle United itu membuat persaingan di sektor kiri penyerangan semakin padat, apalagi Blaugrana juga masih memiliki Raphinha yang tampil konsisten sepanjang musim lalu.
Sebenarnya, Rashford sempat menunjukkan perkembangan positif selama bermain di Spanyol.
Setelah menjalani periode sulit bersama Manchester United, penyerang asal Inggris itu mampu menemukan kembali kepercayaan dirinya di bawah asuhan Hansi Flick.
BACA JUGA:Anthony Gordon Gabung Barcelona, Dapat Wejangan dari Marcus Rashford
BACA JUGA:Masa Depan Rashford Masih Abu-abu, Arsenal Siap Ambil Kesempatan

Manchester United dilaporkan bersedia menjual Marcus Rashford ke Barcelona dengan harga lebih rendah dari klausul yang telah disepakati sebelumnya-Tangkapan Layar Instagram@marcusrashford -
Penampilannya di La Liga juga dinilai cukup membantu Barcelona dalam beberapa pertandingan penting. Namun, Barcelona akhirnya memilih untuk tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai 30 juta euro (sekitar Rp620 miliar).
Klub menilai langkah tersebut kurang tepat setelah mereka mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Gordon dengan nilai transfer mencapai sekitar 70 juta euro (sekitar Rp1,4 triliun).
Selain persoalan finansial, faktor teknis juga menjadi pertimbangan utama. Flick dikenal sangat mengutamakan intensitas pressing dari para pemain depan.
Dalam penilaian staf pelatih, Gordon dianggap memiliki energi dan kemampuan bertahan yang lebih cocok dengan filosofi permainan pelatih asal Jerman tersebut.
Rashford dinilai masih mampu memberi ancaman saat menyerang, tetapi kontribusinya ketika tim kehilangan bola dianggap belum memenuhi standar yang diinginkan Flick.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber