Saling Serang AS dan Iran 48 Jam Terakhir, Trump Balas Jatuhnya Helikopter Apache

Saling Serang AS dan Iran 48 Jam Terakhir, Trump Balas Jatuhnya Helikopter Apache

Iran dan AS berbalas serangan sejak Selasa hingga Kamis, dipicu jatuhnya helikopter Apache AH-64E yang ditembak jatuh Iran di Selat Hormuz -Mehr News Agency-

HARIAN DISWAYAmerika Serikat kembali meluncurkan serangan baru terhadap Iran pada Kamis, 11 Juni 2026, yang memicu aksi balasan langsung dari Teheran.

Eskalasi militer ini terjadi di tengah tuduhan dari para pemimpin Amerika Serikat yang menyebut pihak Iran sengaja mengulur-ulur waktu dalam proses negosiasi kesepakatan guna mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama tiga bulan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu bahwa negosiasi dengan Teheran sebenarnya sudah hampir selesai. Namun, Trump menilai Iran terus memanfaatkan situasi dan kini mereka harus membayar harganya.

Sehari sebelumnya, Trump lewat unggahan di Truth Social menyatakan bahwa pihaknya tidak punya pilihan lain selain membalas serangan Iran yang berhasil menjatuhkan helikopter serbu AH-64E Apache Guardian di sekat Selat Hormuz.   

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan Amerika mulai melaksanakan serangan pertahanan diri tambahan pada Rabu pukul 17.15 waktu Washington, atau Kamis dini hari waktu Iran. Langkah ini diambil sebagai respons atas apa yang disebut AS sebagai agresi sepihak dan berkelanjutan oleh pihak Teheran.

BACA JUGA:Iran Hujani Yordania dengan 12 Rudal Balistik, Incar Pangkalan Udara di Al-Azraq

BACA JUGA:Perang Berlanjut, Trump Justru Klaim Pembicaraan AS-Iran Berjalan Cepat

Wilayah Iran Dijatuhi Bom 

Media Iran melaporkan terjadinya rangkaian ledakan di wilayah selatan dekat Selat Hormuz, yang terdengar di Bandar Abbas, Qeshm, dan Minab. Sejumlah sumber juga mengonfirmasi adanya hantaman proyektil musuh di Kargan dan Sirik.

Di sisi lain, CENTCOM menyatakan telah menyelesaikan serangan udara yang menyasar kemampuan pengawasan militer, sistem komunikasi, serta situs pertahanan udara milik Iran.

Pasukan AS mengerahkan sejumlah amunisi presisi untuk menggempur target-target Iran yang dinilai menimbulkan ancaman bagi pasukan AS maupun kapal-kapal komersial internasional yang melintasi perairan regional tersebut.

Ketegangan ini dipertegas oleh pernyataan Kepala Pentagon, Pete Hegseth, yang menegaskan bahwa jika Trump memerintahkannya, pihak militer siap melakukan negosiasi menggunakan bom.

Merespons gempuran Amerika Serikat, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Kantor berita resmi IRNA melaporkan bahwa pasukan Iran berhasil menghantam dan menghancurkan Pangkalan Udara Sheikh Isa.

Media Iran juga menambahkan bahwa angkatan bersenjata IRGC telah mengerahkan serangan drone yang secara khusus menyasar antena komunikasi serta fasilitas radar milik Armada Kelima AS di Bahrain.

BACA JUGA:Yaman Join Iran Serang Israel, Deklarasikan Larangan Navigasi di Laut Merah

Kuwait Tutup Wilayah Udara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: