Tradisi Mangzhong, Musim Sibuk Petani Tiongkok
Potret aktivitas petani Tiongkok saat musim Mangzhong, masa panen dan tanam bibit.--Chinese Culturepedia
HARIAN DISWAY - Dalam tradisi Tiongkok, perubahan musim ditandai oleh berbagai hal. Selain pergantian cuaca, masyarakat juga mengenal sistem 24 istilah matahari atau solar terms.
Sistem itu eksis selama ribuan tahun. Bahkan menjadi pedoman kehidupan masyarakat. Terutama di bidang pertanian.
Salah satu fase penting dalam sistem tersebut adalah Grain in Ear atau Mangzhong. Mangzhong merupakan istilah matahari ke-9 dalam kalender matahari tradisional Tiongkok.
Secara harfiah, istilah itu dapat dimaknai sebagai “biji-bijian yang memiliki bulir siap dipanen”. Fase tersebut menandai dimulainya periode tersibuk bagi para petani.
BACA JUGA:Mengenal Yue Celadon, Keramik Hijau Tiongkok yang Pernah Jadi Favorit Istana Kekaisaran

Lukisan masa lalu Tiongkok yang menunjukkan aktivitas panen saat musim Mangzhong.--Chinese Culturepedia
Pada masa itulah tanaman siap dipanen. Seperti gandum dan jelai. Hasil tanaman mulai matang. Di saat bersamaan, petani juga mulai menanam bibit baru untuk siklus berikutnya.
Karena itu, Mangzhong dianggap sebagai simbol transisi antara masa panen dan masa tanam. Di banyak wilayah Tiongkok, periode itu juga identik dengan meningkatnya curah hujan.
Khususnya di kawasan tengah dan hilir Sungai Yangtze. Fenomena tersebut dikenal sebagai musim hujan prem atau Plum Rains.
Nama itu muncul karena bertepatan dengan masa buah prem mulai matang. Hujan yang datang terus-menerus dianggap membawa manfaat besar bagi sektor pertanian.
BACA JUGA:Dewa Kekayaan Caishen, Simbol Kemakmuran dan Keberuntungan dalam Budaya Tiongkok
BACA JUGA:Seniman Muda Tiongkok Ubah Persepsi Logam Lewat Karya Kontemporer di Paris
Terutama untuk tanaman padi, sayuran, dan buah-buahan. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menuntut petani bekerja lebih cepat agar panen tidak terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: chinese culturepedia