Nekat! Charles Leclerc Tiru Trik Rem Lewis Hamilton Jelang GP Spanyol

Nekat! Charles Leclerc Tiru Trik Rem Lewis Hamilton Jelang GP Spanyol

Penampakan model sistem pengereman di Mobil Lewis Hamilton--Twitter Crise na Ferrari @CriseFerrari_

BACA JUGA:FIA Larang Fitur Aerodinamika Aktif, Mercedes dan Red Bull Malah Bikin Kejutan di Monaco

Profil Performa Karakter Carbon Industrie (CI)

  1. ​Suhu Kerja Efisien: Lebih tinggi, berada di kisaran 350°C hingga 1200°C.
  2. ​Manajemen Suhu: Memungkinkan tim memperkecil lubang pendingin rem tanpa risiko keausan dini yang tidak terkendali.
  3. ​Kelemahan: Pembalap harus ekstra fokus menjaga suhu cakram dan kampas rem agar tetap ideal selama warm-up lap maupun formation lap.
  4. ​Gaya Mengemudi: Lebih cocok untuk pembalap yang cenderung agresif dan menginjak pedal rem secara mendadak (hard-braker).
  5. ​Karakter Sirkuit: Sangat pas untuk sirkuit dengan energi pengereman tinggi seperti Monza dan Montreal. Di trek seperti ini, rem bisa menjadi terlalu dingin di trek lurus panjang, namun suhunya akan melonjak drastis di akhir zona pengereman, yang sering kali mengubah keseimbangan mobil secara instan.

Menghubungkan Dua Pemasok

​Untuk menjembatani perbedaan ini, beberapa tim kerap mengombinasikan komponen: menggunakan cakram dari satu vendor dan kampas rem dari vendor lainnya. Strategi ini terbukti ampuh memperkecil kesenjangan performa sekaligus menekan laju keausan salah satu komponen.

​Pada akhirnya, Brembo mungkin memang lebih klop dengan gaya balap asli Charles Leclerc, sementara Carbon Industrie adalah belahan jiwa bagi Lewis Hamilton. Ujian krusial dari kecocokan ini akan terlihat pada bagaimana cara kedua pembalap mengelola suhu rem saat restart setelah Safety Car, atau ketika bersiap melakukan flying lap di sesi kualifikasi.

​Apakah Charles Leclerc bisa langsung nyetel dan tampil melesat dengan karakter pengereman baru dari Carbon Industrie di Barcelona? Menarik untuk kita saksikan bersama.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: