BRI Nilai Fundamental Perbankan Tetap Kuat, Sambut Positif Dukungan bagi Pasar Modal

BRI Nilai Fundamental Perbankan Tetap Kuat, Sambut Positif Dukungan bagi Pasar Modal

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap penguatan pasar modal nasional di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di zona negatif secara year-to-date,-Huma BRI-

HARIAN DISWAY - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap penguatan pasar modal nasional di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di zona negatif secara year-to-date, Selasa, 9 Juni 2026.

Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, para Direktur Utama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah BUMN di Jakarta.

Pertemuan itu membahas berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal dan memperkuat kepercayaan investor. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah wacana pembelian kembali saham atau buyback oleh emiten BUMN.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai perhatian yang diberikan berbagai pihak menunjukkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, terutama sektor perbankan yang hingga kini tetap menunjukkan kinerja dan fundamental yang kuat.

BACA JUGA:BRI Raih Best Private Bank Indonesia 2026, Bukti Kuatnya Transformasi Wealth Management

BACA JUGA:BRI Peduli Perkuat Desa Wisata Ketapanrame Mojokerto, Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa

Menurut Hery, stabilitas pasar modal menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional juga masih ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah tantangan ekonomi global.

“Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” ujar Hery.

Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menjelaskan bahwa fundamental industri perbankan nasional masih berada pada level yang sehat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2026 pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,98 persen secara tahunan.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan sebesar 11,40 persen. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan tetap terjaga sekaligus memperlihatkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif.

BACA JUGA:BRImo Permudah Registrasi Nasabah di 15 Negara, Buka Rekening BRI Online Kini Semakin Fleksibel

BACA JUGA:Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta, Dorong UMKM Naik Kelas hingga April 2026

“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” jelasnya.

Bagi BRI, penguatan kepercayaan investor tidak hanya bergantung pada sentimen pasar, tetapi juga ditopang oleh kinerja perusahaan yang konsisten. Karena itu, perseroan terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan, serta memastikan likuiditas tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: