Perbakin Surabaya Buka Posko Aduan Dugaan Pelecehan Atlet, Terduga Pengurus Dinonaktifkan

Perbakin Surabaya Buka Posko Aduan Dugaan Pelecehan Atlet, Terduga Pengurus Dinonaktifkan

– Perbakin Kota Surabaya mengumpulkan sejumlah orang tua atlet menyusul mencuatnya dugaan pelecehan terhadap atlet di bawah umur yang diduga dilakukan salah seorang pengurus berinisial JL.--

HARIAN DISWAY - Kasus dugaan pelecehan terhadap atlet menembak di Surabaya mendapat perhatian serius dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Surabaya. Organisasi tersebut membuka kanal pengaduan dan memberikan pendampingan kepada korban serta keluarganya.

Perbakin Kota Surabaya mengumpulkan sejumlah orang tua atlet menyusul mencuatnya dugaan pelecehan terhadap atlet di bawah umur yang diduga dilakukan salah seorang pengurus berinisial JL.

Pertemuan yang digelar pada Sabtu, 13 Juni 2026 itu dimanfaatkan Perbakin Surabaya untuk memberikan sosialisasi terkait dibukanya layanan pengaduan bagi atlet maupun anggota yang diduga pernah mengalami kejadian serupa.

Ketua Harian Perbakin Surabaya Hadi Susilo mengatakan, pembukaan kanal aduan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi bahwa korban dalam kasus tersebut diduga tidak hanya satu orang.

BACA JUGA:Perbakin Kota Pasuruan Gelar Lomba Menembak Wali Kota Cup untuk Jaring Bibit Atlet

BACA JUGA:Raker PERBAKIN Jatim Bahas Tantangan Kompetisi 2023

“Jadi dalam pertemuan ini, kami juga minta pada ortu atlet untuk memberikan aduan. Karena saya dengar, korbannya nggak cuma satu. Jadi kami buka nomor aduan, agar ortu atlet yang mengalami kejadian sama bisa mengadu lewat nomor tersebut,” kata Hadi Susilo dalam konferensi pers, Sabtu 13 Juni 2026.

Menurut Hadi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain sekaligus mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dalam proses penanganan kasus.

Selain membuka layanan pengaduan, Perbakin Surabaya juga memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarganya. Organisasi tersebut mengaku telah menyampaikan surat resmi kepada keluarga korban sebagai bentuk perhatian dan komitmen pendampingan.

“Kami telah mengirim surat resmi pada keluarga korban. Kami berkomitmen memberikan pendampingan psikologis yang bekerja sama dengan KONI Surabaya,” ujarnya.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Kiai Ponpes Pati Tersangka Pelecehan Puluhan Santriwati, Sempat Kabur ke Wonogiri

BACA JUGA:Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati Terungkap, Warga dan GP Ansor Desak Penangkapan Pengasuh

Sementara itu, Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom menegaskan bahwa terduga pelaku bukan pelatih resmi yang berada di bawah naungan Perbakin Surabaya.

Menurut Arderio, seseorang yang berstatus pelatih Perbakin harus memiliki lisensi dan sertifikat yang diterbitkan melalui mekanisme organisasi olahraga yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: