Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati Terungkap, Warga dan GP Ansor Desak Penangkapan Pengasuh
pengungkapan dugaan pelecehan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati yang mencuat lewat kesaksian warga dan aksi massa.-langitan.net-
PATI, HARIAN DISWAY - Dugaan kasus pelecehan di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kabupaten PATI, mencuat ke publik setelah aksi massa pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Sejumlah warga menyampaikan kesaksian korban yang diduga mengalami tindakan tidak pantas di lingkungan pesantren.
Salah satu warga yang hadir merupakan suami korban. Ia mengungkapkan bahwa istrinya diduga menjadi korban pelecehan oleh pengasuh pondok berinisial A (Ashari).
Menurutnya, perilaku tersebut tidak hanya terjadi pada satu orang, tetapi diduga juga menyasar sejumlah santriwati.
Dalam kesaksiannya, tindakan tersebut meliputi kontak fisik yang tidak pantas serta adanya upaya membentuk pola pikir korban agar menganggap perilaku itu sebagai hal yang wajar.
"Oknum kerap melakukan kontak fisik, mulai mencium pipi kanan kiri, kening, hingga bibir," ucapnya dilansir video yang di unggah melalui akun X @neVerAl0nely___.
BACA JUGA:Pelecehan Seksual dan Refleksi Komunikasi Keluarga Kita
BACA JUGA:8 Kalimat Sering Dianggap Bercanda, Ternyata Bisa Masuk Pelecehan Seksual!
Ia juga menyebut bahwa oknum tersebut pernah menyampaikan narasi yang menyesatkan terkait hubungan dengan keturunan “Kanjeng Nabi”.
"Kalau istri dikawini oleh keturunan 'Kanjeng Nabi' juga halal, jadi kalau istri saya dikawini dia saat itu, saya juga merelakan," katanya, dikutip dari disway.id.
Kasus ini disebut telah dilaporkan sejak 2024, bahkan disertai visum. Namun proses hukum diduga tidak berlanjut karena adanya tekanan, hingga akhirnya kembali mencuat setelah muncul dugaan intimidasi terhadap korban.
BACA JUGA:Viral Pelecehan Verbal Mahasiswa FH UI di Grup Chat, BEM Pastikan Identitas Penyebar Bukan Pelaku
BACA JUGA:Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi FH UI di Grup Chat, 16 Orang Disanksi
Korban diduga mengalami pelecehan sejak masih duduk di bangku kelas II SMP hingga lulus SMA, dengan jumlah korban sementara diperkirakan mencapai puluhan santriwati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: