Usai Diteriaki Mahasiswa UGM, Budiman Sudjatmiko: Saya Mau Kok Berdiskusi

Usai Diteriaki Mahasiswa UGM, Budiman Sudjatmiko: Saya Mau Kok Berdiskusi

Kericuhan terjadi di dalam kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di sela-sela acara diskusi bertajuk "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" yang menghadirkan Kepala BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko; Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid; serta Wakil Menteri Per--Instagram Jogja Student

Dalam paparannya, Budiman menyinggung isu yang tengah ramai diperbincangkan terkait dugaan intimidasi terhadap Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM.

Saat itu, Budiman menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membungkam kebebasan berpendapat dengan cara-cara yang tidak terpuji. Pernyataan tersebut justru menjadi titik balik suasana forum.

BACA JUGA:Pakar UGM: Menampilkan Tersangka di Konferensi Pers Tidak Diatur KUHAP Lama Maupun Baru

BACA JUGA:1 Tahun Progam MBG, Pakar Gizi UGM: Kasus Keracunan Harus Dievaluasi, UPF Jadi Ancaman Jangka Panjang

Tidak lama setelah Budiman berbicara, sekelompok mahasiswa yang berada di tribun belakang mulai bergerak menuju panggung.

Budiman sempat membuka ruang dialog dan menunggu peserta yang ingin menyampaikan pandangannya secara langsung.

Namun jumlah massa yang mendekati panggung terus bertambah hingga membuat suasana berubah tegang.

Kerumunan mahasiswa yang semakin besar memicu aksi saling dorong dan adu argumen di sekitar area panggung.

Sebagian mahasiswa juga terlibat dorong-dorongan dengan petugas keamanan yang bertugas mengawal para narasumber.

Karena situasi dinilai semakin tidak terkendali, petugas akhirnya mengevakuasi Budiman melalui pintu samping gedung.

BACA JUGA:Prabowo 3 Kali Reshuffle Kabinet dalam 11 Bulan, Pakar UGM: Belum Matang dan Bisa Terjadi Lagi

BACA JUGA:Pakar UGM: Menampilkan Tersangka di Konferensi Pers Tidak Diatur KUHAP Lama Maupun Baru

Nusron Wahid dan Sudaryono juga kemudian dievakuasi setelah sejumlah mahasiswa berusaha menghentikan keduanya untuk menyampaikan pertanyaan terkait kondisi Indonesia saat ini.

Meski forum berakhir ricuh, Budiman berharap perbedaan pandangan tetap dapat disampaikan melalui dialog yang terbuka dan tertib.

Menurutnya, kampus seharusnya menjadi ruang yang sehat untuk mempertemukan gagasan, termasuk antara mahasiswa dan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: