Museum Situs Shijiahe Dibuka, Ungkap Peradaban Kuno 5.000 Tahun di Hubei
Dua wajah dewa giok saling terhubung. Itu merupakan salah satu artefak temuan di areal situs Shijiahe. -Deng Zhangyu-China Daily
HARIAN DISWAY - Museum Situs Shijiahe di Tianmen, Provinsi Hubei, resmi dibuka untuk publik. Museum itu menghadirkan lebih dari 800 artefak.
Semuanya mengungkap kehidupan peradaban kuno di kawasan tengah Sungai Yangtze. Yakni sekitar 5.900 hingga 3.800 tahun lalu.
Museum yang memiliki luas mendekati satu lapangan sepak bola tersebut mulai beroperasi sejak 18 Mei. Menghadirkan enam ruang pamer utama.
Fokus pameran meliputi tata kota kuno, praktik keagamaan, industri kerajinan batu giok, serta perkembangan teknologi dan budaya masyarakat Shijiahe.
BACA JUGA:Tradisi Mangzhong, Musim Sibuk Petani Tiongkok
BACA JUGA:Mengenal Yue Celadon, Keramik Hijau Tiongkok yang Pernah Jadi Favorit Istana Kekaisaran
Situs tersebut dikenal sebagai salah satu pusat peradaban. Bahkan yang terbesar dalam periode Neolitik akhir di wilayah tengah Sungai Yangtze.

Guci dan pot tembikar banyak ditemukan di area persembahan di situs Shijiahe.-Deng Zhangyu-China Daily
Kawasan tersebut masuk dalam daftar 100 Penemuan Arkeologi Terbaik Tiongkok dalam satu abad terakhir. Situs itu telah melalui lebih dari 20 kali ekskavasi sejak ditemukan pada 1954.
Arkeolog dari Chinese Academy of Social Sciences Wang Wei menyebut Shijiahe memiliki karakter unik.
Karena skala kotanya yang besar, masa hunian yang sangat panjang, serta banyaknya peninggalan budaya dan spiritual.
BACA JUGA:Dewa Kekayaan Caishen, Simbol Kemakmuran dan Keberuntungan dalam Budaya Tiongkok
Menurut Direktur Hubei Provincial Institute of Cultural Relics and Archaeology Fang Qin, kota kuno tersebut memiliki luas hampir 3,5 juta meter persegi. Atau lebih dari empat kali luas Kota Terlarang di Beijing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily