Qodari soal Dugaan GPS Tracker di Mobil Tiyo Ardianto, Curiga Ada yang Ingin Adu Domba
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mencurigai ada upaya adu domba pada peristiwa dugaan teror alat pelacak terhadap Tiyo Ardianto-Disway.id/Anisha Aprilia-
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pemasangan alat pelacak atau GPS tracker pada kendaraan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto.
Menurut Qodari, tuduhan terhadap pihak tertentu harus didasarkan pada bukti yang kuat dan bukan sekadar asumsi atau dugaan.
Ia menilai hingga saat ini belum ada kepastian mengenai siapa yang memasang perangkat tersebut sehingga semua pihak seharusnya mengedepankan asas praduga tak bersalah.
BACA JUGA:Qodari Respons soal Amien Rais Tuduh Gay terhadap Seskab Teddy
BACA JUGA:M Qodari: Tuduhan Algoritma Pengunci Suara Ganjar 17 Persen Mudah Dibantahkan
"Pertama informasi yang saya dapat ya sekarang alat-alat tracking itu sudah sangat canggih. Sehingga tidak perlu lagi pasang alat-alat tracking yang fisik, yang kuno. Yang ditempel-tempel di mobil itu (seperti) film jadul," kata Qodari.
Qodari tidak memahami secara teknis perangkat pelacak tersebut. Namun berdasarkan informasi yang ia peroleh, teknologi pelacakan saat ini sudah berkembang jauh dan tidak lagi bergantung pada alat fisik yang ditempelkan pada kendaraan.
Karena itu, menurutnya, jika memang ditemukan perangkat semacam itu, publik tidak bisa langsung menyimpulkan siapa pelakunya.
"Yang masang ini mungkin amatiran. Karena kalau yang canggih, kalau negara sudah gak pakai teknologi itu lagi. Nah yang ketiga bukan mustahil itu juga adalah upaya adu domba sebetulnya," ujarnya.
BACA JUGA:Said Abdullah: Tak Make Sense Tudingan Kedekatan Tiyo Ardianto dan PDIP
BACA JUGA:Apa Itu PBX Finder? Alat Pelacak yang Ditemukan di Mobil Tiyo Ardianto usai Aksi Gejayan
Ia menilai berbagai tuduhan yang berkembang saat ini masih bersifat spekulatif karena belum disertai fakta yang dapat membuktikan siapa pihak yang memasang alat tersebut.
Qodari juga menyoroti belum adanya pernyataan pasti dari Tiyo Ardianto mengenai identitas pelaku pemasangan alat pelacak tersebut.
Menurutnya, berbagai tudingan yang beredar sejauh ini masih berupa dugaan yang mengarah kepada kelompok tertentu tanpa bukti yang jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: