Tantang Maroko di Piala Dunia 2026, Skotlandia Rombak Formasi

Tantang Maroko di Piala Dunia 2026, Skotlandia Rombak Formasi

Steve Clarke ingatkan Skotlandia untuk tidak terlena dan waspadai Maroko yang dinilai lebih kuat dari edisi 2022 demi bisa mencetak sejarah di Piala Dunia 2026.-Michael Zemanek-Shutterstock

HARIAN DISWAY - Skotlandia hanya berjarak satu langkah dari pencapaian bersejarah di Piala Dunia 2026. Kemenangan atas Haiti pada laga pembuka membuat peluang lolos ke babak gugur untuk pertama kali sepanjang sejarah terbuka lebar. 

Namun, pelatih Steve Clarke mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru menanti saat timnya menghadapi Maroko, yang ia nilai lebih kuat dibanding skuad yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022.

Keyakinan itu muncul setelah Maroko tampil impresif dengan menahan Brasil 1-1. 

Saat ditanya apakah Maroko akan memberikan ancaman sebesar Brasil, Clarke menjawab dengan tegas bahwa tim Afrika Utara tersebut layak mendapat penghormatan yang sama, bahkan mungkin lebih.

“Kami tidak punya ilusi mengenai besarnya tantangan yang akan dihadapi. Maroko adalah tim yang sangat kuat. Mereka mencapai empat besar di Piala Dunia terakhir dan saya merasa tim yang sekarang sedikit lebih baik dari saat itu,” kata Clarke.

Menurutnya, Maroko memiliki kombinasi kualitas yang lengkap. 

BACA JUGA:Skotlandia vs Haiti 1-0: Gol Tunggal John McGinn Putus Kutukan Sejarah Sejak 1990

BACA JUGA:Skotlandia vs Denmark 4-2, Scott McTominay Cs Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Dramatis


Ronaldo Nazario mengkritik taktik Carlo Ancelotti yang memainkan Raphinha di kiri, serta menilai rasa gugup membuat Brasil ditahan imbang Maroko.-Darrian Traynor-Getty Images

Mereka tidak hanya kuat secara fisik dan cepat dalam transisi, tetapi juga memiliki pemain-pemain kreatif yang mampu membuka ruang dan mengubah jalannya pertandingan dalam satu momen.

“Mereka punya kekuatan, kecepatan, dan kemampuan individu yang bisa membuka pertandingan kapan saja. Bagi saya, mereka adalah tim papan atas dan kami harus berada di level terbaik untuk bisa bersaing,” lanjutnya.

Menghadapi lawan dengan karakter seperti itu, Clarke mengindikasikan kemungkinan perubahan pendekatan taktik. 

Formasi 4-4-2 yang digunakan saat mengalahkan Haiti diperkirakan tidak akan kembali dipakai. Skema tiga bek yang sempat dicoba dalam laga persahabatan melawan Pantai Gading pada Maret lalu bisa menjadi salah satu opsi.

Meski demikian, Clarke menegaskan Skotlandia telah terbiasa bermain dengan berbagai sistem. Ia menilai fleksibilitas taktik menjadi salah satu kekuatan timnya dalam menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber