Teknologi Radioterapi LINAC dan CT Simulator, Bidik Tumor hingga Akurasi 0,5 Milimeter

Teknologi Radioterapi LINAC dan CT Simulator, Bidik Tumor hingga Akurasi 0,5 Milimeter

LINAC dan CT Simulator tersedia di Siloams Hospital. Alat itu memungkinkan proses perencanaan serta pemberian terapi untuk pasien kanker dilakukan secara lebih optimal.-Guruh D.N.-Harian Disway

CT Simulator dirancang khusus untuk kebutuhan terapi kanker. Yakni melalui pencitraan tiga dimensi yang sangat detail.


CT Simulator. Alat itu dirancang khusus untuk kebutuhan terapi kanker melalui pencitraan tiga dimensi.-Guruh D.N.-Harian Disway

Melalui teknologi tersebut, dokter dan tim radioterapi dapat memetakan lokasi tumor secara akurat, menghitung distribusi dosis radiasi, hingga menyesuaikan terapi. Disesuaikan berdasarkan kondisi anatomi masing-masing pasien.

BACA JUGA:LKK PWNU Jatim Teken Kerjasama dengan RS Siloam, Permudah Akses Kesehatan untuk Keluarga Nahdliyyin

BACA JUGA:MRCAC Siloam Surabaya Jadi Ikon Baru Layanan Kesehatan Premium di Indonesia Timur

Kemampuan personalisasi itu memungkinkan setiap pasien memperoleh rancangan terapi yang lebih spesifik dan terukur.

Dalam sesi edukasi peresmian fasilitas, 19 Juni 2026 di Siloam Hospital, dr. Dyah Erawati, Sp.Rad., Sp.Onk.Rad (K) menjelaskan bahwa perkembangan radioterapi saat ini membuka peluang terapi yang semakin tepat sasaran.

Menurutnya, dukungan LINAC dan CT Simulator memungkinkan proses perencanaan serta pemberian terapi dilakukan secara lebih optimal. "Sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas penanganan pasien kanker," ungkapnya.

Direktur Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK menyebut bahwa kehadiran teknologi itu merupakan bagian dari inovasi medis mutakhir. Sekaligus berfungsi mempercepat akses pasien terhadap terapi.

BACA JUGA:Siloam Hospitals Surabaya Luncurkan CUVIS, Bedah Lutut Robotik Pertama di Indonesia

BACA JUGA:Peringati Hari Dokter Nasional 2023, Grup RS Siloam Serentak Bikin Acara Ini...

Pasien kini memiliki peluang menjalani pengobatan lebih dekat dengan keluarga. Juga sistem pendukung mereka. 

Pengobatan kanker pun kini memiliki harapan baru. Namun untuk mempercepat penyembuhan, deteksi dini tetap sangat diperlukan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: