Dakwan JPU Kasus Chromebook dan Reformasi Pendidikan Jaksa
ILUSTRASI Dakwan JPU Kasus Chromebook dan Reformasi Pendidikan Jaksa.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
DAKWAAN dan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Roy Riadi dalam persidangan kasus dugaan korupsi penyediaan Chromebook dan CDM (chrome device management) yang menyeret mantan Mendiknas Nadiem Makarim sebagai terdakwa sangat tidak masuk akal dan ngawur.
Dakwaan sepertinya disusun asal-asalan dan cenderung framing negatif terhadap terdakwa. Targetnya, terdakwa harus kalah dan dipenjara. Karena itu, dakwaan disusun tidak rasional.
Apa itu framing? Framing adalah cara seseorang, media, organisasi, atau komunikator membingkai, menyeleksi, dan menonjolkan aspek tertentu dari suatu peristiwa atau informasi sehingga audiens memahami dan menafsirkannya dengan cara tertentu.
Dalam ilmu komunikasi, di dalam framing juga ada unsur memalsukan fakta yang menyudutkan target secara negatif.
BACA JUGA:Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
BACA JUGA:Sidang Korupsi Chromebook Ungkap Pengaturan Pengadaan dan Skema Co-Investment 30 Persen
Salah satu buktinya, ada cuplikan video saat JPU membacakan dakwaan. Ia mengatakan bahwa penggunaan CDM pada Chromebook tidak ada manfaatnya dan merugikan negara.
Di era AI, bagaimana JPU bisa membuat dakwaan ngawur terkait penggunaan CDM pada Chromebook. Padahal, mereka bisa menanyakan ke AI apa pun, apa CDM dan manfaatnya pada siswa sekolah.
Apa CDM?
CDM pada Chromebook umumnya merujuk pada sistem manajemen perangkat yang digunakan oleh sekolah, perusahaan, atau organisasi untuk mengelola Chromebook secara terpusat.
Fungsi CDM pada Chromebook, pertama, mengatur kebijakan perangkat. Itu meliputi membatasi akses ke situs web tertentu, mengatur aplikasi yang boleh atau tidak boleh diinstal, dan mengelola pengaturan keamanan dan privasi.
BACA JUGA:Google Bantah Terlibat Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek
BACA JUGA:Kejagung Tetap Buru Jurist Tan di Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kedua, manajemen jarak jauh. Itu meliputi administrator dapat mengelola Chromebook tanpa harus memegang perangkat secara langsung dan pengaturan dapat diterapkan ke banyak Chromebook sekaligus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: